AirAsia MOVE Catat Perubahan Pola Perjalanan Masyarakat Asean Jelang Lebaran 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menjelang musim mudik dan libur Lebaran 2026, platform perjalanan digital AirAsia MOVE mencatat adanya perubahan pola perjalanan masyarakat di kawasan Asia Tenggara. 

Perubahan tersebut terlihat dari cara konsumen merencanakan perjalanan yang kini lebih fleksibel sekaligus mempertimbangkan efisiensi biaya.

Mengacu pada data pemesanan periode 15–28 Maret 2026, AirAsia MOVE mengidentifikasi setidaknya tiga tren utama yang mencerminkan perubahan perilaku pelancong selama musim perjalanan Lebaran.


Tren pertama adalah meningkatnya fleksibilitas pengguna dalam mengatur penerbangan. Melalui platform yang menyediakan akses ke lebih dari 700 maskapai global, sebagian pengguna kini mengombinasikan maskapai berbeda untuk penerbangan pergi dan pulang. 

Baca Juga: TikTok Dongkrak Omzet Brand Lokal, UMKM Makanan & Sepatu Raup Penjualan 3 Kali Lipat

Selain itu, banyak pengguna memilih membeli tiket satu arah terlebih dahulu, sementara jadwal kepulangan ditentukan kemudian.

Dalam periode Lebaran tahun ini, hampir 300.000 kursi penerbangan tercatat terjual dalam bentuk tiket satu arah, baik untuk maskapai berbiaya rendah maupun maskapai premium. Pola ini mencerminkan upaya konsumen menyiasati fluktuasi harga tiket sekaligus menyesuaikan rencana perjalanan keluarga yang dinamis.

Tren kedua berkaitan dengan pilihan akomodasi. AirAsia MOVE melihat meningkatnya minat terhadap akomodasi dengan beberapa kamar, seperti vila, apartemen berlayanan, atau suite yang dapat menampung lebih banyak orang dalam satu unit.

Pilihan tersebut dinilai lebih efisien bagi wisatawan yang bepergian bersama keluarga besar karena biaya penginapan dapat dibagi di antara anggota rombongan. 

Sistem pemesanan pada aplikasi juga memungkinkan pengguna memasukkan jumlah tamu sehingga sistem secara otomatis merekomendasikan tipe akomodasi yang sesuai.

Sementara itu, tren ketiga menunjukkan konsumen tetap memprioritaskan kenyamanan perjalanan, namun dengan pengeluaran yang lebih terukur. Data AirAsia MOVE mencatat rata-rata pengeluaran pengguna untuk pemesanan hotel berada di kisaran Rp1,1 juta per malam selama periode Lebaran.

CEO AirAsia MOVE, Nadia Omer mengatakan perubahan tersebut menunjukkan pentingnya fleksibilitas dan transparansi harga dalam layanan perjalanan.

“Bagi industri perjalanan, tren ini menunjukkan pentingnya menghadirkan pilihan yang lebih beragam, harga yang transparan, serta fleksibilitas yang tinggi. Di MOVE, kami melihat momentum perjalanan selama periode ini sebagai peluang untuk memfasilitasi mobilitas di seluruh Asean,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (14/3).

Ia menambahkan, momentum perjalanan Lebaran juga dimanfaatkan perusahaan untuk menghadirkan berbagai penawaran bagi pengguna. AirAsia MOVE menawarkan potongan harga hingga Rp280.000 untuk paket SNAP yang menggabungkan penerbangan dan hotel serta diskon hingga Rp200.000 untuk pemesanan hotel yang berlaku hingga 29 Maret 2026.

Secara keseluruhan, perusahaan menilai musim Lebaran 2026 tidak hanya menjadi periode puncak mobilitas masyarakat, tetapi juga mencerminkan perubahan perilaku konsumen dalam merencanakan perjalanan secara lebih fleksibel dan efisien.

Baca Juga: Pembatasan Nikotin dan Tar Picu Kekhawatiran di Industri Tembakau

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News