KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Maskapai berbiaya hemat Indonesia AirAsia menargetkan pertumbuhan kinerja sekitar 5% pada tahun ini. Target tersebut sejalan dengan upaya perusahaan memaksimalkan kapasitas armada serta membuka kembali sejumlah rute dengan potensi permintaan tinggi.
Head of Indonesia Affairs & Policy Indonesia AirAsia, Eddy Krismeidi mengatakan target pertumbuhan tersebut juga mempertimbangkan kapasitas armada yang saat ini dimiliki perusahaan. “Sekarang kapasitas yang terpasang kita masih 25 pesawat. Realisasinya sekitar 21 sampai 23 pesawat,” ujarnya kekada Kontan di Jakarta, Kamis (12/3).
Menurut Eddy, perusahaan berupaya memaksimalkan utilisasi armada yang tersedia untuk mendorong pertumbuhan trafik penumpang pada tahun ini.
Baca Juga: Summarecon Resmi Buka Harris Hotel & Convention Serpong Ia menambahkan, dari sisi pertumbuhan perusahaan menargetkan kenaikan sekitar 5% dibandingkan tahun sebelumnya. “Sekarang kira-kira sekitar 5 persen saja,” kata Eddy. Selain itu, perusahaan juga memprioritaskan pemulihan operasional seluruh pesawat agar dapat membuka peluang ekspansi rute. Dengan meningkatnya jumlah armada yang beroperasi, AirAsia berharap dapat kembali melayani rute-rute yang sebelumnya memiliki permintaan baik namun belum dapat dijalankan karena keterbatasan kapasitas. “Sebetulnya dari sisi AirAsia tahun ini kita menargetkan bisa recovery seluruh pesawat yang ada. Dengan recovery pesawat itu kita bisa membuka rute-rute yang memang sebetulnya performancenya bagus, tapi karena kita tidak punya kapasitas kita tidak bisa masuk,” ujarnya. Namun, Eddy menegaskan pembukaan rute tetap bersifat dinamis. Perusahaan akan mengevaluasi performa setiap rute dan tidak segan menutup rute yang dinilai kurang optimal. Sebagai contoh, AirAsia memutuskan menghentikan penerbangan ke Darwin karena kinerja rute tersebut belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. “Darwin itu kita tutup. Penerbangan terakhir tanggal 27 April karena performancenya tidak bisa naik-naik,” jelasnya. Di sisi lain, perusahaan juga terus menambah rute baru yang dinilai memiliki prospek baik. Beberapa rute yang baru dibuka menunjukkan kinerja yang cukup positif, bahkan tingkat keterisian kursinya mendekati 85%. Pada periode Lebaran tahun ini, AirAsia juga mencatat tingginya permintaan perjalanan udara. Dari sekitar 440.000 kursi yang disiapkan, sekitar 65% telah terjual sejauh ini.
“Yang sold sekitar 65 persen dari totalnya sekitar 440 ribu seat,” kata Eddy. Sebagai perbandingan, pada periode Lebaran tahun lalu tingkat keterisian kursi AirAsia mencapai sekitar 85%. Tahun ini perusahaan memperkirakan capaian tersebut berada di kisaran yang sama.
Baca Juga: TikTok Dongkrak Omzet Brand Lokal, UMKM Makanan & Sepatu Raup Penjualan 3 Kali Lipat Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News