KONTAN.CO.ID - Airbnb memperkirakan pendapatan kuartal pertama melampaui ekspektasi analis, didorong permintaan kuat untuk properti premium di tengah konsumen kelas menengah yang mulai menekan belanja perjalanan. Melansir Reuters Jumat (13/2/2026), perusahaan penyewaan akomodasi berbasis di San Francisco itu menyatakan tamu kini cenderung memilih listing yang lebih mahal baik properti yang lebih besar, lebih mewah, maupun berlokasi di pasar dengan harga tinggi. Saham Airbnb melonjak sekitar 6% dalam perdagangan setelah jam bursa menyusul proyeksi tersebut.
Baca Juga: Penjualan Mobil Listrik Global Turun 3% pada Januari, China dan AS Jadi Penekan Utama Tren “K-Shaped Economy” Dorong Segmen Atas Airbnb menjadi perusahaan perjalanan terbaru yang menyoroti ketahanan permintaan dari wisatawan kelas atas pada 2026. Operator hotel seperti Marriott International dan Hilton Worldwide, serta maskapai seperti United Airlines dan Delta Air Lines, juga mengandalkan segmen premium untuk menopang pertumbuhan. Fenomena ini mencerminkan kondisi “K-shaped economy” di AS, di mana kelompok berpendapatan tinggi tetap kuat, sementara konsumen yang lebih sensitif terhadap harga mulai mengurangi pengeluaran.
Baca Juga: Converse PHK Karyawan Korporat, Selaraskan Operasi dengan Strategi Nike Ekspansi ke Layanan dan Hotel Pada Mei 2025, Airbnb meluncurkan segmen baru yang memungkinkan pelanggan memesan layanan tambahan seperti koki pribadi atau instruktur yoga, memperkuat daya saingnya terhadap hotel yang biasanya menawarkan fasilitas lebih lengkap. Namun pada kuartal IV, sekitar setengah dari pemesanan “experiences” tidak terkait dengan pemesanan akomodasi. Airbnb juga memperluas penawaran hotel dengan menggandeng hotel butik dan independen di kota-kota seperti New York dan Madrid, wilayah yang memiliki regulasi ketat terhadap penyewaan jangka pendek. “Kami percaya menghadirkan lebih banyak hotel ke platform dapat memperluas total
addressable market kami,” tulis perusahaan dalam surat kepada pemegang saham.
Baca Juga: OpenAI Tuduh DeepSeek China Latih Model AI Lewat Distillation dari Model AS Proyeksi dan Kinerja Keuangan Airbnb memproyeksikan pendapatan kuartal pertama berada di kisaran US$2,59 miliar hingga US$2,63 miliar, di atas rata-rata estimasi analis sebesar US$2,53 miliar menurut data LSEG. Untuk 2026, perusahaan memperkirakan pertumbuhan pendapatan setidaknya di kisaran dua digit rendah (
low double-digits), sejalan dengan proyeksi analis sekitar 10,24%.
Meski demikian, Airbnb tidak memperkirakan pertumbuhan margin laba inti yang disesuaikan tahun ini karena perusahaan terus berinvestasi dalam pemasaran, produk, dan teknologi. Pada kuartal IV, laba per saham tercatat 56 sen, turun dari 73 sen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, pendapatan kuartalan mencapai US$2,78 miliar, melampaui ekspektasi pasar sebesar US$2,71 miliar.