Airbus Masuk! Bappenas Jajaki Kerja Sama Industri Dirgantara RI



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian PPN/Bappenas menggandeng Airbus untuk menjajaki kerja sama strategis dalam memperkuat ekosistem industri kedirgantaraan nasional.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Niat Bersama (Joint Declaration of Intent/JDI), yang menjadi langkah awal untuk mengembangkan kemitraan jangka panjang sesuai Peta Jalan Pengembangan Ekosistem Industri Kedirgantaraan Indonesia 2022–2045.

Baca Juga: Platform E-Commerce Kerek Biaya Layanan Logistik, Segini Besarannya


Dalam kerja sama ini, kedua pihak akan mengeksplorasi berbagai peluang, mulai dari penguatan kapabilitas industri dalam negeri hingga pengembangan sektor perawatan, perbaikan, dan overhaul (maintenance, repair, and overhaul/MRO) untuk berbagai lini produk Airbus.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyampaikan, kemitraan ini juga diarahkan untuk meningkatkan konektivitas antarpulau melalui pengembangan infrastruktur bandara dan layanan penerbangan.

Menurutnya, kebutuhan transportasi udara nasional diproyeksikan meningkat signifikan, bahkan hingga empat kali lipat pada 2045, sehingga diperlukan sistem penerbangan yang efisien dan berkelanjutan.

Baca Juga: PP Tunas Berlaku, Platform Digital Wajib Verifikasi Usia dan Batasi Profiling Anak

“Kerja sama dengan Airbus sebagai pemimpin global di sektor dirgantara diharapkan dapat memberikan dorongan signifikan dalam membangun industri kedirgantaraan nasional yang tangguh dan berdaya saing,” ujar Rachmat dalam keterangannya, Rabu (6/5).

Selain infrastruktur dan industri, pengembangan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi fokus utama.

Kedua pihak berkomitmen untuk mendorong pengembangan talenta nasional serta membangun ekosistem tenaga profesional kedirgantaraan berstandar global.

Di sisi lain, President Airbus Asia-Pacific Anand Stanley menegaskan, komitmen Airbus untuk memperluas kontribusinya di Indonesia.

Baca Juga: Rekor Pengiriman Tertinggi, Leapmotor Catat Penjualan 71.387 Unit di April 2026,

Ia menyebut Indonesia sebagai mitra strategis, dengan potensi besar dalam pengembangan industri dirgantara di kawasan Asia-Pasifik.

“Kami siap menyelaraskan keahlian global Airbus dengan peta jalan kedirgantaraan Indonesia guna menciptakan manfaat jangka panjang yang saling menguntungkan,” ujar Anand.

Kemitraan ini diharapkan menjadi katalis dalam memperkuat ekosistem dirgantara nasional, mulai dari industri manufaktur, layanan MRO, hingga peningkatan kualitas SDM, seiring dengan pertumbuhan kebutuhan transportasi udara di masa depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News