KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 20 Oktober 2026 telah mencapai Rp 257,84 triliun kepada sekitar empat juta debitur. Menurut Airlangga, penyaluran KURĀ melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dilakukan untuk mendukung kegiatan ekonomi di daerah, termasuk pembiayaan kredit usaha alat dan mesin pertanian (Kredit Alsintan) bagi sektor industri padat karya dan program perumahan. "Kami terus kembangkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) disalurkan melalui TPAKD di daerah, dimana Kredit Alsintan juga terus didorong, kredit industri padat karya, kredit program perumahan. Jumlahnya semuanya tahun ini dianggarkan Rp 300 triliun. Dan realisasinya sampai dengan 20 Oktober Rp 257,84 triliun dengan 4 juta debitur," ujar Airlangga dalam pidatonya pada agenda Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (RAKORNAS TPAKD) yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (22/10/2026). Baca Juga: 11 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla, Pakar Hukum Soroti Pemulihan Lingkungan Selain mendorong penyaluran KUR, pemerintah juga menjalankan kebijakan pembiayaan bagi perempuan prasejahtera. Airlangga menyebutkan, Presiden Prabowo Subianto telah mengarahkan penurunan suku bunga kredit bagi kelompok tersebut. Sebelumnya, suku bunga kredit bagi perempuan prasejahtera berada pada kisaran 18% hingga 25%. Kini, pemerintah menurunkan suku bunga tersebut menjadi 8% per tahun dengan skema bunga tetap atau flat. "Dan yang terbaru arahan Bapak Presiden, kredit perempuan prasejahtera, bunganya diturunkan Bapak Presiden dari 18% sampai 25% menjadi 8% flat per tahun. Jadi sudah dilaksanakan," kata Airlangga. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat, khususnya kelompok prasejahtera, serta mendukung pengembangan usaha produktif di berbagai daerah. Baca Juga: Prabowo Targetkan Kredit Rakyat Rp 400 Triliun, Sasar 28 Juta Keluarga pada 2027
Airlangga : Realisasi Penyaluran KUR Capai Rp 257,84 Triliun hingga 20 Oktober 2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 20 Oktober 2026 telah mencapai Rp 257,84 triliun kepada sekitar empat juta debitur. Menurut Airlangga, penyaluran KURĀ melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dilakukan untuk mendukung kegiatan ekonomi di daerah, termasuk pembiayaan kredit usaha alat dan mesin pertanian (Kredit Alsintan) bagi sektor industri padat karya dan program perumahan. "Kami terus kembangkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) disalurkan melalui TPAKD di daerah, dimana Kredit Alsintan juga terus didorong, kredit industri padat karya, kredit program perumahan. Jumlahnya semuanya tahun ini dianggarkan Rp 300 triliun. Dan realisasinya sampai dengan 20 Oktober Rp 257,84 triliun dengan 4 juta debitur," ujar Airlangga dalam pidatonya pada agenda Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (RAKORNAS TPAKD) yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (22/10/2026). Baca Juga: 11 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla, Pakar Hukum Soroti Pemulihan Lingkungan Selain mendorong penyaluran KUR, pemerintah juga menjalankan kebijakan pembiayaan bagi perempuan prasejahtera. Airlangga menyebutkan, Presiden Prabowo Subianto telah mengarahkan penurunan suku bunga kredit bagi kelompok tersebut. Sebelumnya, suku bunga kredit bagi perempuan prasejahtera berada pada kisaran 18% hingga 25%. Kini, pemerintah menurunkan suku bunga tersebut menjadi 8% per tahun dengan skema bunga tetap atau flat. "Dan yang terbaru arahan Bapak Presiden, kredit perempuan prasejahtera, bunganya diturunkan Bapak Presiden dari 18% sampai 25% menjadi 8% flat per tahun. Jadi sudah dilaksanakan," kata Airlangga. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat, khususnya kelompok prasejahtera, serta mendukung pengembangan usaha produktif di berbagai daerah. Baca Juga: Prabowo Targetkan Kredit Rakyat Rp 400 Triliun, Sasar 28 Juta Keluarga pada 2027