KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk mempercepat proses aksesi ke Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dengan melibatkan peran strategis sektor swasta sebagai bagian dari agenda transformasi ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045. Komitmen tersebut disampaikan Airlangga dalam kegiatan KADIN Indonesia x Growth Gateway Roundtable: Delivering Growth as Part of Indonesia’s OECD Accession, yang digelar di Boston Consulting Group (BCG) London Office, Senin (19/1/2026). Forum ini mempertemukan Pemerintah Indonesia, Pemerintah Inggris, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, serta para pemimpin dunia usaha internasional untuk membahas dukungan percepatan aksesi OECD dan implikasinya bagi sektor swasta, khususnya dalam kerangka OECD Investment Framework.
“Aksesi OECD bukan sekadar proses teknis, tetapi merupakan prioritas strategis nasional dan fondasi penting untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” ujar Airlangga, dikutip Selasa (20/1/2026).
Baca Juga: Bertemu OECD Airlangga Bahas Proses Aksesi, Bahas Lingkungan Hingga Ekonomi Digital Menurut Airlangga, penyelarasan kebijakan Indonesia dengan standar OECD akan memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas regulasi, serta mendorong daya saing ekonomi nasional secara berkelanjutan. Langkah tersebut diyakini akan berdampak positif terhadap peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Inggris atas dukungan berkelanjutan dalam proses aksesi Indonesia ke OECD, serta kepada Boston Consulting Group (BCG) atas dukungan teknis yang diberikan, khususnya dalam mendampingi Tim Nasional mendorong percepatan proses aksesi Indonesia ke OECD. Dukungan kuat terhadap proses aksesi OECD juga disampaikan oleh dunia usaha nasional. Ketua Dewan Penasihat KADIN Indonesia Hashim Djojohadikusumo menegaskan bahwa besarnya skala ekonomi Indonesia membutuhkan dukungan kebijakan yang solid agar mampu tumbuh lebih tinggi, salah satunya melalui aksesi ke OECD. Pada forum yang sama, Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya N. Bakrie, yang menegaskan komitmen kuat KADIN dan sektor swasta dalam mendukung percepatan proses aksesi Indonesia ke OECD.
Baca Juga: OECD: Ekonomi Indonesia Stabil, tapi Investasi Mulai Tertahan Dalam sesi panel, Tim Figures, Global Expert on Geopolitics and Trade, memaparkan pengalaman sejumlah negara yang berhasil keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap) setelah menjadi anggota OECD. Sejalan dengan itu, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Shinta W. Kamdani menekankan pentingnya sosialisasi kepada dunia usaha mengenai manfaat serta implikasi positif dari aksesi Indonesia ke OECD. Pertemuan ini sekaligus menandai Official Kick-off keterlibatan sektor swasta dalam mendukung aksesi Indonesia ke OECD, dengan dukungan dari UK Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO) dan Growth Gateway Programme. Inisiatif ini diharapkan menjadi wadah strategis untuk memperkuat dialog dan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha. “Dengan kolaborasi erat antara Pemerintah, dunia usaha, dan mitra internasional, Indonesia optimis akan dapat mempercepat proses aksesi OECD, untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045, serta memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Airlangga. Duta Besar Kerajaan Inggris untuk Republik Indonesia Dominic Jermey menilai momentum pertemuan ini sangat strategis. Ia menyoroti bahwa pada keesokan harinya Presiden Republik Indonesia dijadwalkan meluncurkan United Kingdom–Indonesia Strategic Partnership. Pada hari yang sama, Menko Airlangga juga dijadwalkan menandatangani Indonesia–United Kingdom Economic Growth Partnership (EGP) sebagai bagian dari penguatan kerja sama ekonomi kedua negara.
Baca Juga: OECD: Ekonomi RI dan Asia Tenggara Melampaui Proyeksi Meski Tekanan Global Tinggi Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News