Kemacetan lalu l
intas di kota besar seperti Jakarta sudah menjadi pemandangan umum dan sangat mengganggu aktifitas keseharian. Sebagian masyarakat ibukota menyiasatinya dengan mengendarai sepeda motor atau sepeda roda dua demi menembus kemacetan di jalanan. Sebagian yang lain beralih ke transportasi publik. Namun kini muncul cara lain untuk menembus kemacetan jalan: memakai airwheel. Alat transportasi yang unik ini kian digemari dan digunakan untuk sekadar pergi dalam jarak pendek di sekitar kompleks perumahan maupun jarak sedang, yakni dari rumah hingga ke halte transportasi publik. Bahkan ada pula hanya untuk sekadar hobi belaka. Ya airwheel. Alat transportasi yang mengadopsi teori aerospace ini dikontrol oleh sikap, algoritma perangkat lunak fuzzy, dan s
istem giroskop untuk menjaga keseimbangan dengan bersandar ke depan dan ke belakang. Alat ini masuk ke Indonesia sekitar Agustus tahun 2014 lalu. Sebelumnya alat ini telah populer di Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang.
engah digandrungi oleh masyarakat. Di Indonesia, para pecinta alat transportasi ini mendeklarasikan sebuah komunitas bernama Airwheel Indonesia. Belum genap satu tahun, anggota komunitas ini sudah mencapai lebih dari 100 orang dari beberapa kota. Priscilla Novani Founder Airwheel Indonesia mengatakan, awalnya komunitas ini hanya ada di Jakarta saja. "Namun kini banyak anggota dari kota-kota besar masuk di komunitas ini," kata Priscilla. Para anggota komunitas Airwheel Indonesia di Jakarta biasanya berkumpul di Gelora Bung Karno (GBK) satu kali dalam seminggu setiap akhir pekan. Anda bisa mencari tahu kegiatan mereka di media sosial. Sedangkan komunitas Airwheel di kota-kota lain memiliki agenda masing-masing. Anda mau mencoba airwheel? Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News