KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) sudah bisa diperdagangkan per 31 Agustus lalu. Sejak suspensi dibuka, saham AISA sudah naik 26,19% hingga Jumat (4/9). Tentunya hal ini membuat heboh investor ritel. Terlebih, kemarin IHSG merosot 0,78% ke zona merah. Sekadar menyegarkan ingatan, BEI menghentikan sementara perdagangan saham dan obligasi AISA pada 5 Juli 2018.
Kinerja AISA Pada kuartal I AISA memperoleh pendapatan Rp 347 miliar, naik 8,3% dibandingkan dengan kuartal I-2019. Laba bersih pada kuartal I-2020 sebesar Rp 2,7 miliar, naik dari rugi bersih Rp 11,1 miliar di kuartal I-2019. Kenaikan laba yang signifikan tersebut dikarenakan AISA mendapatkan pendapatan lainnya Rp 31,3 miliar. Dalam komponen pendapatan lainnya, terdapat pendapatan dari hasil lelang eksekusi aset PT Sukses Abadi Karya Inti sebesar Rp 27,48 miliar. Jika dilihat pada tabel di atas, ekuitas AISA berada pada posisi minus. Hal ini karena saldo laba AISA yang defisit dan posisi utang AISA lebih besar dibandingkan dengan asetnya. Hal ini menyebabkan rasio utang DAR AISA juga berada di atas 1 dan secara rata-rata (2017-2019) sebesar 2,5 kali.
Kemarin, AISA ditutup menguat 15,22% ke Rp 212. Harga AISA bergerak sangat volatil setelah suspensinya dibuka. Pada tiga hari pertama AISA aktif diperdagangkan, harga saham AISA langsung terkena auto reject bawah (ARB). Setelah itu harganya sempat naik hingga terkena auto reject atas (ARA). Secara tren, saham AISA masih turun. Sehingga perlu diperhatikan pantulan harga pada dua hari ini.