Akan Di-Buyback Rp 1 Triliun, Harga Saham Blue Chip Perbankan Ini Naik 18%
Senin, 26 Oktober 2026 05:19 WIB
Oleh: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Harga saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mulai bangkit pada pekan ketiga Oktober 2026. Hal ini menyusul rencana manajemen bank pelat merah ini melanjutkan pembelian kembali saham BBRI atau buyback tahap II dengan nilai maksimal Rp 1 triliun. Pada perdagangan Jumat 23 Oktober 2026, harga saham BBRI Rp 2.910 naik 10 poin atau 0,34% secara harian. Selama perdagangan satu pekan yang lalu, harga saham BBRI terakumulasi meningkat 18%. Namun secara year to date atau selama tahun berjalan, harga saham bank blue chip ini masih melemah 20,5%.
Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan pada Kamis (22/10/2026), pelaksanaan buyback saham BBRI dijadwalkan berlangsung mulai 22 Oktober 2026 hingga 21 Januari 2027. Rencana tersebut mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023 serta Surat OJK Nomor S-112/D.04/2026 tertanggal 9 September 2026 mengenai kebijakan pembelian kembali saham perusahaan terbuka dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan. Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, buyback saham merupakan bagian dari strategi perseroan untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham sekaligus menunjukkan keyakinan manajemen terhadap fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan jangka panjang perusahaan. “Rencana buyback saham ini mencerminkan keyakinan BRI terhadap fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan jangka panjang Perseroan,” ujar Dhanny dalam keterangan tertulis, Kamis (22/10/2026). Ia menambahkan, pelaksanaan aksi korporasi tersebut tetap mengedepankan kecukupan modal, prinsip kehati-hatian, serta tata kelola perusahaan yang baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Baca Juga: Buyback AMMN Rp 1 Triliun, Simak Rekomendasi dan Target Harganya Rasio Kecukupan Modal BBRI Tetap 21,42% BRI memastikan rencana pembelian kembali saham senilai maksimal Rp 1 triliun tersebut telah mempertimbangkan kemampuan perseroan dalam menjaga struktur permodalan yang sehat. Berdasarkan perhitungan pro forma setelah memperhitungkan pelaksanaan buyback tahap II, indikator keuangan konsolidasian BRI per 30 Juni 2026 menunjukkan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tetap sebesar 21,42%. Sementara itu, tingkat pengembalian terhadap ekuitas atau Return on Equity (ROE) BRI tercatat sebesar 18,80%. Menurut Dhanny, kondisi tersebut menunjukkan bahwa perseroan masih memiliki kapasitas permodalan yang memadai untuk mendukung ekspansi bisnis, menjalankan fungsi intermediasi, dan mengantisipasi berbagai risiko di tengah dinamika ekonomi serta pasar keuangan. Baca Juga: Menanti Kinerja Wijaya Karya (WIKA) Kala Tren Pemulihan Margin BUMN Karya Saham Buyback BBRI untuk Program Kepemilikan Saham BRI berencana melaksanakan pembelian kembali saham pada harga yang dinilai baik dan wajar oleh perseroan. Saham yang diperoleh melalui buyback tahap II tersebut direncanakan untuk digunakan dalam program kepemilikan saham bagi pekerja dan/atau anggota Direksi serta Dewan Komisaris BRI. Pengalihan saham hasil pembelian kembali akan dilakukan setelah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Melalui aksi korporasi ini, BRI berharap dapat menjaga kepercayaan investor sekaligus mengoptimalkan nilai jangka panjang bagi pemegang saham. Perseroan juga menegaskan bahwa pelaksanaan buyback tetap memperhatikan kecukupan modal dan keberlanjutan pertumbuhan bisnis, sehingga kebutuhan ekspansi serta fungsi intermediasi perbankan tetap dapat didukung. Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/10/25/210000426/bri-buyback-saham-tahap-ii-rp-1-triliun-berlangsung-hingga-januari-2027?source=headline.
IHSG Anjlok, Saham Berdividen Tinggi Jadi Penyelamat?