Akan Dibeli Haji Isam, Direksi Kembali Lepas Saham BYAN
Kamis, 24 September 2026 05:48 WIB
Oleh: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Direktur PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Alastair Gordon Christopher McLeod, kembali melakukan penjualan saham perseroan. Penjualan saham BYAN berlangsung setelah pengusaha Kalimantan, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam akan membeli 10 miliar saham milik pengendali Low Tuck Kwong dan Elaine Low. Terbaru, Alastari melepas sebanyak 524.300 saham BYAN pada 22 September 2026. Transaksi tersebut dilakukan dengan harga Rp 13.373 per saham. Berdasarkan jumlah saham dan harga transaksi, nilai penjualan mencapai sekitar Rp 7,01 miliar. Penjualan saham tersebut berlangsung ketika harga saham BYAN mengalami tekanan di pasar. Pada perdagangan Selasa 22 September 2026, harga saham BYAN ditutup di Rp 11.950.
Namun harga saham BYAN naik pada perdagangan Rabu (23/9) menjadi Rp 12.300, meningkat 3,80% atau 450 poin secara harian. Baca Juga: Enam Emiten Ini Jadwalkan Pembagian Dividen pada September-Oktober 2026 Rincian Transaksi Saham BYAN Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang disampaikan pada Rabu (23/9/2026), manajemen Bayan Resources menjelaskan bahwa transaksi tersebut dilakukan untuk tujuan penjualan saham biasa. Berikut rincian transaksi Alastair Gordon Christopher McLeod:
Keterangan
Rincian
Nama
Alastair Gordon Christopher McLeod
Emiten
PT Bayan Resources Tbk (BYAN)
Jumlah saham dijual
524.300 saham
Harga jual
Rp 13.373 per saham
Tanggal transaksi
22 September 2026
Nilai transaksi
Rp 7,01 miliar
Tujuan transaksi
Penjualan saham
Klasifikasi saham
Saham biasa
Berdasarkan perhitungan jumlah saham yang dijual dan harga transaksi, nilai penjualan mencapai Rp 7,011 miliar. Tonton: IHSG Menghijau Hari Ini (23 September 2026) Kepemilikan Saham Alastair Gordon Berkurang Setelah transaksi, kepemilikan saham Alastair Gordon Christopher McLeod di Bayan Resources berkurang. Sebelum penjualan, ia tercatat memiliki 3.814.800 saham. Setelah melepas 524.300 saham, kepemilikannya menjadi 3.290.500 saham. Meskipun jumlah saham yang dimiliki mengalami penurunan, persentase kepemilikannya masih tercatat sebesar 0,01%. Penjualan saham pada 22 September 2026 bukan transaksi pertama yang dilakukan Alastair Gordon pada pekan tersebut. Sebelumnya, pada 21 September 2026, direktur Bayan Resources itu juga menjual 185.200 saham perseroan dengan harga Rp 13.352 per saham. Dari transaksi tersebut, ia meraup dana sekitar Rp 2,47 miliar. Dengan demikian, berdasarkan dua transaksi yang dilaporkan, total saham yang dilepas mencapai 709.500 saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 9,48 miliar. Sebelumnya, Low Tuck Kwong dan Elaine Low menandatangani Conditional Sale and Purchase of Shares Agreement ( CSPA ) dengan PT Jhonlin Baratama, kelompok usaha milik Haji Isam pada 16 September 2026.
Melalui perjanjian ini, Jhonlin Baratama sepakat membeli sebanyak 10.000.000.500 saham BYAN yang dimiliki Low Tuck Kwong dan Elaine Low. Penyelesaian transaksi masih bergantung pada pemenuhan sejumlah kondisi pendahuluan yang telah disepakati para pihak. Pengalihan saham BYAN ini juga telah mendapat persetujuan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ) Bahlil Lahadalia. Berdasarkan data kepemilikan saham hingga akhir Agustus 2026, Low Tuck Kwong tercatat memiliki sekitar 13,42 miliar saham BYAN atau 40,25%. Sementara Elaine Low menguasai sekitar 7,33 miliar saham atau 22%.
Impor Gula 150 Ribu Ton, Kemenperin: Bukan Tambahan Kuota