JAKARTA. Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung mengatakan, latar belakang suku harus dipertimbangkan untuk mencari calon wakil presiden yang akan mendampingi Aburizal Bakrie alias Ical di Pemilihan Presiden 2014. Menurutnya, sosok ideal untuk mendampingi Ical harus berasal dari suku Jawa. Ia menekankan, calon bersuku Jawa sebagai pendamping Ical menjadi suatu keharusan untuk mendulang kemenangan dalam Pilpres. Dalam hitungannya, suara pemilih di Pulau Jawa sangat besar, bahkan mencapai sekitar 30%-35% dari total jumlah pemilih. "Pertimbangan wilayah, daerah, atau suku juga. Penduduk Jawa ini besar, di Sumatera saja ada sekitar 15 juta suara," kata Akbar, seusai menghadiri peringatan HUT Golkar, di TMP Kalibata, Jakarta, Minggu (20/10).
Akbar melanjutkan, beberapa nama yang telah didengarnya akan diusulkan di Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar sebagai calon pendamping Ical. Nama-nama itu adalah; Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD. Menurutnya, kedua nama tersebut sama-sama baik dan layak diperhitungkan untuk mendampingi Ical. "Tapi yang menentukan kan pemilih, tidak tertutup kemungkinan adanya nama-nama lain, termasuk dari internal (Golkar)," ujarnya.