Akhir driving season di AS, harga minyak menguap



JAKARTA. Penurunan harga minyak mentah WTI masih terus berlangsung. Hal ini setelah pasar mulai mengkhawatirkan akhir dari musim mengemudi di AS yang bisa menahan permintaan untuk bahan bakar.

Mengutip Bloomberg, Jumat (22/7) pukul 17.21 WIB harga minyak WTI kontrak pengiriman September 2016 di New York Mercantile Exchange terkikis 0,20% di level US$ 44,67 per barel dibanding hari sebelumnya.

Penggunaan bahan bakar untuk kendaraan di bulan Juni belum mampu menghapus pasokan minyak mentah yang masih tinggi. Pada akhir bulan Juni 2016 lalu, stok minyak mentah di AS masih bertengger di level tertingginya sejak 1984 silam.


Dengan mendekatinya akhir musim panas, pasar menilai driving season akan segera berakhir dan artinya permintaan akan kehilangan amunisinya dari satu sisi.

“Saat ini yang dimiliki oleh pasar adalah kenyataan bahwa pasokan minyak mentah yang sangat tinggi. Jauh lebih tinggi dari apa yang diharapkan pada tahun ini,” kata Michael Cohen, Analyst Barclays Plc seperti dikutip dari Bloomberg.

Hanya saja memang kejatuhan harga minyak WTI sedikit tertahan. Setelah cadangan minyak mingguan AS turun 2,34 juta barel pekan lalu menjadi 519,5 juta barel. Namun itu tidak kuat untuk menopang kenaikan lanjutan karena tetap meninggalkan stok keseluruhan di level teratasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News