KONTAN.CO.ID - Perjalanan gemilang Cristiano Ronaldo di ajang Piala Dunia FIFA resmi berakhir tanpa gelar juara. Portugal harus mengakhiri langkahnya di babak 16 besar setelah kalah 0-1 dari Spanyol pada Senin (6/7/2026), sekaligus menutup penampilan terakhir Ronaldo di turnamen sepak bola paling bergengsi tersebut.
Baca Juga: Samsung Prediksi Laba Kuartal II Melonjak 19 Kali Lipat Berkat Ledakan AI Selama lebih dari dua dekade, Ronaldo dikenal sebagai pemain yang kerap menentukan hasil pertandingan, membawa timnya melewati berbagai situasi sulit, serta mampu mempertahankan performa di level tertinggi bahkan setelah meninggalkan masa keemasannya bersama Real Madrid, Manchester United, dan Juventus. Namun, satu trofi yang selalu luput dari genggamannya adalah gelar juara Piala Dunia. Harapan Portugal pupus setelah gelandang Spanyol Mikel Merino mencetak gol pada menit ke-91 yang memastikan kemenangan 1-0 bagi La Roja di Arlington, Texas. Sehari sebelumnya, Ronaldo telah mengonfirmasi bahwa Piala Dunia 2026 menjadi turnamen terakhirnya.
Baca Juga: Perdagangan LNG Global Cetak Rekor di 2025, Konflik Timur Tengah Bayangi Prospek 2026 Meski gagal membawa Portugal melangkah lebih jauh, pelatih Portugal Roberto Martinez tetap memberikan apresiasi tinggi kepada sang kapten. "Kami akan selalu berterima kasih atas apa yang telah ia lakukan di Piala Dunia ini. Mimpi kami adalah menjadi juara dunia dan dia telah berusaha mewujudkannya dengan menunjukkan kepemimpinan yang luar biasa sebagai kapten," ujar Martinez. Menurutnya, saat ini bukan waktu yang tepat untuk membahas masa depan Ronaldo. "Yang sedang kita bicarakan adalah seorang ikon sepak bola. Tidak banyak sosok seperti Cristiano Ronaldo," tambahnya. Sepanjang kariernya di Piala Dunia, Ronaldo mencatatkan 27 penampilan dan mencetak 11 gol. Satu-satunya golnya di fase gugur tercipta pada babak sebelumnya saat membantu Portugal menyingkirkan Kroasia.
Baca Juga: Kontroversi FIFA soal Balogun, Kasus Cristiano Ronaldo Kembali Diungkit Debut Ronaldo di Piala Dunia terjadi pada 2006. Saat itu, Portugal berhasil mencapai semifinal sebelum disingkirkan Prancis. Pada perempat final, Ronaldo menjadi penendang penalti penentu kemenangan atas Inggris dalam adu penalti, momen yang sempat memunculkan harapan bahwa ia akan membawa negaranya meraih gelar dunia. Namun, harapan tersebut tidak pernah menjadi kenyataan. Seiring berjalannya waktu, generasi baru pemain Portugal bermunculan sehingga muncul pertanyaan apakah Ronaldo masih layak menjadi starter. Pada laga melawan Spanyol, pemain berusia 41 tahun itu tetap bermain penuh selama 90 menit dan melepaskan tiga percobaan ke gawang, tetapi gagal menciptakan peluang yang menentukan.
Baca Juga: Ronaldo Akhiri Karier Piala Dunia, Portugal Tumbang oleh Gol Telat Spanyol Pelatih Spanyol Luis de la Fuente juga memberikan penghormatan kepada Ronaldo. "Saya sangat mengaguminya, baik nilai-nilai yang ia pegang maupun dedikasinya terhadap sepak bola. Dia adalah teladan bagi para pemain muda," kata De la Fuente. "Setiap kali kami bertemu, kami saling menunjukkan rasa hormat dan bangga bisa saling mengenal." Selama bertahun-tahun, rivalitas Ronaldo dengan Lionel Messi menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah sepak bola. Namun, kisah keduanya di Piala Dunia berakhir berbeda. Messi berhasil membawa Argentina ke final pada 2014 sebelum akhirnya meraih gelar juara dunia pada 2022. Sebaliknya, Ronaldo menutup enam penampilannya di Piala Dunia tanpa pernah mencapai partai final.
Sebenarnya sempat terbuka peluang pertemuan Ronaldo dan Messi di perempat final Piala Dunia 2026 apabila Portugal mampu menjuarai grup dan kedua tim sama-sama melaju.
Baca Juga: Inggris, Belanda, Finlandia, dan Polandia Kebut Skema Pendanaan Pertahanan Baru Menanggapi kemungkinan itu, Ronaldo sempat mengatakan bahwa duel tersebut akan menjadi pertandingan yang luar biasa. Bagi Ronaldo, yang telah memenangkan hampir seluruh gelar bergengsi di level klub maupun individu, kegagalan meraih trofi Piala Dunia akan menjadi satu-satunya impian besar yang tidak pernah berhasil diwujudkan.