Akhir Pekan IHSG Menguat ke 7.634, Pekan Depan Diproyeksi Konsolidasi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis pada akhir perdagangan pekan ini. 

Namun, pergerakan indeks ke depan diperkirakan masih akan cenderung konsolidatif di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Penguatan ini ditopang oleh antisipasi aksi korporasi sejumlah emiten serta koreksi harga minyak mentah.

IHSG rebound setelah melemah dua hari berturut-turut pada perdagangan akhir pekan ini.


Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG menguat 0,17% atau bertambah 12,62 poin ke level 7.634,00, pada penutupan perdagangan Jumat (17/4/2026). 

Sementara itu dalam sepekan perdagangan terakhir IHSG menguat 2.35% pada akhir pekan ini.

Baca Juga: IHSG Rebound 0,17% ke 7.634, Top Gainers LQ45: SCMA, NCKL dan BREN, Jumat (17/4)

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menjelaskan secara teknikal IHSG masih berada dalam tren yang cukup positif. Hal ini tercermin dari posisinya yang bertahan di atas moving average jangka pendek.

“IHSG masih bertahan di atas MA5 dan cukup jauh di atas MA20,” ujar Alrich dalam risetnya.

Meski demikian, ia memperkirakan pergerakan IHSG pada pekan depan akan cenderung terbatas. Indeks diproyeksikan bergerak dalam rentang konsolidasi dengan level support di 7.500 dan resistance di 7.700.

Dari sisi sentimen global, pelaku pasar saat ini tengah mencermati perkembangan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. 

Menjelang berakhirnya periode gencatan senjata pada 21 April 2026, kedua negara kembali saling melontarkan ancaman yang meningkatkan kekhawatiran pasar.

Ketegangan tersebut, khususnya terkait kawasan strategis Selat Hormuz, berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas dan berdampak pada stabilitas pasar global.

Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat Tipis Jumat (17/4) di Tengah Tarik-Menarik Sentimen Global

Investor juga menunggu kepastian apakah gencatan senjata akan diperpanjang atau justru berakhir dengan peningkatan tensi geopolitik.

Sementara dari dalam negeri, pasar akan menantikan sejumlah rilis data ekonomi penting, seperti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, data pertumbuhan kredit, serta jumlah uang beredar (M2).

Adapun dari global, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada rilis data penjualan ritel dan indeks kepercayaan konsumen di Amerika Serikat. 

Selain itu, sejumlah data ekonomi dari Eropa dan Asia, termasuk keputusan moneter bank sentral Tiongkok serta data ekonomi Jepang, juga akan menjadi penggerak pasar.

Alrich merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati investor pada pekan depan, antara lain MDKA, INTP, CLEO, WIIM, ULTJ, dan NCKL.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Bergerak Terbatas Jumat (17/4), Cek Saham EMTK, INCO, KAQI dan FILM

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News