Akhir pekan, Wall Street berakhir di zona merah



NEW YORK. Pada hari terakhir perdagangan pekan ini (15/4), bursa AS ditutup pada zona merah. Padahal, di pertengahan minggu, indeks Standard & Poor's 500 sempat berada di level tertinggi dalam empat bulan terakhir.

Mengutip data Bloomberg, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor 500 ditutup turun 0,1% menjadi 2.080,73. Sepanjang minggu ini, indeks acuan Negeri Paman Sam ini sudah melonjak 1,6%.

Adapun indeks Dow Jones Industrial Average turun 29 poin atau 0,2% menjadi 17.897,46. Dua sektor yang mencatatkan penurunan terdalam adalah sektor teknologi dan energi.


Wall Street semakin melemah menjelang sore. Pemicunya, aksi jual melanda saham Apple Inc sehingga turun 2%. Investor melepas saham Apple setelah penjualan iPhone 6S dan 6S Plus tak sesuai harapan. Alhasil, pemesanan perangkat tersebut kepada sejumlah suplier pun dipangkas.

Beberapa saham berbasis teknologi lain yang tertekan antara lain Broadcom Ltd, Qorvo Inc, Knowles Corp, dan NXP Semiconductors NV. Penyebabnya sama, yakni kinerja yang kurang memuaskan.

Sedangkan kenaikan saham-saham energi terhenti karena aksi wait and see pertemuan negara-negara produsen minyak utama dunia untuk mendiskusikan oil freeze.

"Kita mengalami minggu yang menyenangkan, kita mulai melihat banyaknya transaksi dalam beberapa bulan terakhir. Di akhir pekan, investor tak mau mengambil risiko," jelas Joe Kinahan, chief strategist TD Ameritrade Holding Corp.

Sementara itu, perusahaan finansial memimpin kenaikan bursa AS pada pekan ini. JPMorgan Chase & Co dan Bank of America Corp melonjak setelah mengumumkan pemangkasan oprasional yang lebih besar dari prediksi analis. Sedangkan Citigroup turun 0,1% setelah melaporkan laba yang lebih tinggi dari proyeksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie