JAKARTA. Komite Pengawas Perpanjangan Kerjasama Pengelolaan Jakarta International Container Terminal (JICT) minta PT Pelindo II dan serikat pekerja PT JICT segera berdialog untuk mengakhiri perbedaan pandangan soal pemberian perpanjangan konsesi pelabuhan ke Hutchison Port Holdings (HPH). Erry Riyana Hardjapamekas, Ketua Komite Pengawas Perpanjangan Kerjasama Pengelolaan JICT mengatakan, dialog antara para pekerja dan perusahaan diperlukan untuk menghindari aksi-aksi yang justru berpotensi merugikan negara akibat terhentinya kegiatan operasi fasilitas pelabuhan. "Kami tidak ingin memperkeruh keadaan, tapi kami ingin semuanya diperjelas," katanya, Senin (10/8). Asal tahu saja, PT Pelindo II telah memutuskan memperpanjang konsesi bagi Hutchison hingga 2039 dengan nilai kontrak US$ 215 juta. Tapi keputusan ini ditentang oleh Serikat Pekerja JICT karena dinilai merugikan negara.
Akhiri polemik, Pelindo dan pekerja segera dialog
JAKARTA. Komite Pengawas Perpanjangan Kerjasama Pengelolaan Jakarta International Container Terminal (JICT) minta PT Pelindo II dan serikat pekerja PT JICT segera berdialog untuk mengakhiri perbedaan pandangan soal pemberian perpanjangan konsesi pelabuhan ke Hutchison Port Holdings (HPH). Erry Riyana Hardjapamekas, Ketua Komite Pengawas Perpanjangan Kerjasama Pengelolaan JICT mengatakan, dialog antara para pekerja dan perusahaan diperlukan untuk menghindari aksi-aksi yang justru berpotensi merugikan negara akibat terhentinya kegiatan operasi fasilitas pelabuhan. "Kami tidak ingin memperkeruh keadaan, tapi kami ingin semuanya diperjelas," katanya, Senin (10/8). Asal tahu saja, PT Pelindo II telah memutuskan memperpanjang konsesi bagi Hutchison hingga 2039 dengan nilai kontrak US$ 215 juta. Tapi keputusan ini ditentang oleh Serikat Pekerja JICT karena dinilai merugikan negara.