KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT AKR Corporindo Tbk (
AKRA) percaya diri menatap prospek kinerjanya sepanjang 2026. Modal berharga didapatkan oleh AKRA berkat pertumbuhan kinerja positif pada kuartal I-2026. Sebagaimana diketahui, total pendapatan AKRA tumbuh 26%
year on year (yoy) menjadi Rp 12,94 triliun pada kuartal I-2026. Pada saat yang sama, laba bersih AKRA naik 16% yoy menjadi Rp 656 miliar.
Direktur AKR Corporindo Suresh Vembu mengatakan, kenaikan kinerja AKRA tak lepas dari pertumbuhan volume distribusi dan perdagangan bahan kimia yang disertai oleh kenaikan harga energi sebagai bahan baku produk-produk kimia. Lonjakan harga energi juga berdampak positif terhadap margin bisnis penjualan BBM AKRA, baik untuk segmen industri maupun ritel. "Harga (energi) mengikuti pergerakan global, khususnya harga minyak. Namun, volume tetap tumbuh di tengah kenaikan harga," ujar dia dalam konferensi pers, Senin (27/4). Di samping itu, AKRA juga mendapat manfaat besar dari bisnis pengelolaan kawasan industri melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial & Ports Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur.
Baca Juga: Gelar RUPST, AKR Corporindo (AKRA) Bakal Bagi Dividen Tunai Rp 1,98 Triliun Head of Investor Relations AKR Corporindo, Ignatius T. Prayoga menyebut, sepanjang 2025 lalu pihaknya berhasil menjual sekitar 40 hektare (Ha) lahan di JIIPE dalam tiga kali transaksi dengan beberapa perusahaan manufaktur global. Untuk tahun 2026, AKRA membidik penjualan lahan JIIPE sekitar 90--100 Ha. "Kami sudah dapatkan 17 Ha penjualan lahan untuk kuartal pertama," imbuh dia dalam acara yang sama. Seperti yang diketahui, walau belum jadi kontributor utama, pendapatan segmen kawasan industri mampu melesat 170% yoy menjadi Rp 635 miliar pada kuartal I-2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 373 miliar berasal dari penjualan lahan industri. AKRA juga membukukan kenaikan pendapatan utilitas dari KEK JIIPE sebesar 18% yoy pada kuartal I-2026 seiring dengan meningkatnya operasional dari para penyewa lahan utama. "Kebutuhan terhadap listrik, air, logistik, dan pelabuhan dari para tenant yang beroperasi di JIIPE makin besar, sehingga ini menjadi potensi recurring income yang menjanjikan bagi kami," ungkap Suresh. Manajemen AKRA berharap dapat mempertahankan tren positif kinerjanya pada kuartal-kuartal berikutnya. Walau tidak disebut secara rinci, AKRA juga mengklaim memiliki posisi arus kas yang kuat untuk memenuhi kebutuhan capital expenditure (capex) atau belanja modal sepanjang tahun ini.
Secara terpisah, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, KEK JIIPE berpotensi menjadi motor penggerak kinerja AKRA sepanjang 2026. Hal ini didukung oleh pertumbuhan permintaan lahan dan potensi peningkatan recurring income atas aktivitas para tenant di kawasan industri tersebut. "Kinerja positif kuartal I-2026 mestinya bisa berlanjut," tutur dia, Senin (27/4/2026). AKRA juga masih bisa bertahan dari volatilitas harga minyak dunia di tengah konflik geopolitik di Timur Tengah. Model bisnis AKRA yang terbiasa meneruskan (pass-through) kenaikan harga minyak kepada pelanggannya dapat membuat margin keuntungan mereka tetap terjaga.
Meski begitu, risiko seperti tersendatnya pasokan impor minyak mentah juga perlu diwaspadai oleh AKRA. Emiten ini perlu memperkuat strategi efisiensi rantai pasok dan digitalisasi logistik untuk memitigasi risiko tersebut. "Peningkatan kapasitas penyimpanan tangki juga diperlukan untuk mengembangkan stok," jelas dia. Nafan merekomendasikan beli saham AKRA dengan target harga di level Rp 1.605 per saham. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News