AKR Corporindo (AKRA) targetkan kontribusi bisnis ritel mencapai 25% hingga 35%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) berupaya memperbesar salah satu lini bisnis, yaitu penjualan bahan bakar minyak (BBM) ritel melalui stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Saat ini, AKRA sudah punya 135 SPBU merek AKR. Pom bensin tersebut menjual BBM subsidi.

Nah, perusahaan ini akan membangun SPBU yang menjual BBM khusus non subsidi dengan melakukan joint venture dengan BP. Kepemilikan AKRA dalam usaha patungan ini sebesar 50,1%, dan BP memegang 49,9%. "Kami akan mulai bangun akhir tahun ini. Rencananya diluncurkan pada November di Tangerang dan Jababeka," kata Suresh Vembu, Direktur AKRA saat public expose, Rabu (29/8).

Dia menargetkan akan membuka hingga 30 SPBU di Jakarta dan Surabaya dalam waktu 12 hingga 18 bulan ke depan. Produk yang dijual di SPBU baru ini nantinya berupa RON 90, 92 dan 95. Selain itu, untuk diesel juga ada yang berstandar Euro 4.


Dana untuk pendirian usaha patungan diambil dari belanja modal tahun ini yang mencapai Rp 300 miliar hingga Rp 400 miliar.

Dengan adanya perluasan bisnis SPBU, Suresh berharap kontribusi dari ritel terhadap pendapatan sebesar 25%-35% dalam tiga hingga empat tahun ke depan. "Mungkin arahnya ke 50%," imbuh Suresh.

Emiten ini juga terus menghimpun dana dari beberapa aset yang kurang efektif. Aset yang telah dilepas yaitu anak usaha di Tiongkok, yakni Khalista Chemical Industries Ltd. Kemudian, tambang batubara yang berlokasi di Indonesia juga sudah dilego. "Total dana yang masuk dari divestasi sekitar Rp 3 triliun" kata Suresh.

Hasil dari penjualan aset di Tiongkok sudah masuk sebagai laba bersih sebesar Rp 600 miliar. Menurut Suresh, perusahaan memang berkomitmen membagikan 30% dividen setiap tahun.

Selain untuk dividen, hasil divestasi ditujukan untuk melancarkan ekspansi, seperti memperkuat bisnis ritel BBM dan kawasan industri yang belum lama digeluti.

Di bisnis kawasan industri, AKRA bakal kedatangan tenant besar, yaitu PT Freeport Indonesia. Perusahaan tambang ini kabarnya mengincar lahan untuk membangun smelter. Salah satunya di kawasan Java Integrated Industrial and port Estate (JIIPE) milik AKRA di Gresik, Jawa Timur.

Rencananya, smelter milik Freeport tersebut akan dibangun di lahan seluas 100 hektare (ha). "Yang jelas kami sudah siapkan lahan 100 ha. Kami tinggal tunggu keputusan Freeport dan pemerintah," ujar Suresh.

Hingga semester I-2018, pendapatan AKRA sebesar Rp 11,21 triliun atau naik 21,61% dari tahun sebelumnya. Laba bersih juga meningkat 90,48% yoy menjadi Rp 1,12 triliun.