JAKARTA. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) terus menggenjot penyelesaian proyek Java Integrated Industrial Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur. Suresh Vembu, Direktur AKRA mengatakan, saat ini, pembangunan JIIPE tahap satu sudah hampir selesai. AKRA tinggal menuntaskan pembangunan pelabuhan. "Pelabuhan akan selesai tepat waktu sebelum kuartal I tahun 2015," ujar dia, kepada KONTAN, Senin (7/7). Suresh bilang, AKRA membutuhkan dana sekitar Rp 2,3 triliun lagi untuk menyelesaikan pembangunan tersebut. Nantinya, perseroan ini akan menarik pinjaman perbankan secara bertahap. "Pendanaannya sudah ada dari bank lokal akan ditarik pada semester dua ini sesuai kebutuhan," kata dia.
Pembangunan JIIPE tahap satu ini menelan dana investasi hingga US$ 520 juta. Perseroan ini sudah menyuntik modal Rp 1,4 triliun dari ekuitas untuk dan menggunakan dana penerbitan obligasi sebesar Rp 1,5 triliun. AKRA sudah mulai menjual lahan industri ke beberapa investor strategis. Harapannya, tahun ini AKRA bisa menjual 100 hektare (ha) lahan industri dengan harga jual US$ 120-US$ 150 per meter persegi (m²). "Mungkin tambahan pendapatan dari lahan industri sudah bisa dibukukan di akhir tahun ini," imbuh Suresh. Sayang, ia masih belum mau membeberkan realisasi penjualan lahan saat ini. Sebelumnya AKRA pernah bilang telah ada dua investor besar yang akan membeli lahan di JIIPE. Heri Akhyar, Head of Investor Relation & Corporate Planning AKRA bilang, dua perusahaan itu akan membeli lahan industri seluas 100 hektare (ha)-150 ha. Kala itu, dia bilang salah investor itu berencana membangun pabrik pengolahan tembaga. Sementara, satu perusahaan lainnya di sektor chemical. Bila terwujud, target penjualan lahan industri AKRA di tahun ini semakin mudah tercapai. Pada tahap I, AKRA menjual 800 ha lahan industri. Jika pembangunan tahap I sudah selesai, AKRA bakal membangun pembangkit listrik dengan kapasitas 2x300 mega watt (MW). AKRA bakal membentuk joint venture untuk menggarap proyek tersebut. Genjot penyaluran subsidi Selain mendorong pembangunan JIIPE, AKRA juga menggenjot penyaluran BBM bersubsidi. Kini AKRA sudah merealisasikan pembangunan 131 unit SPBU. Sebelumnya, AKRA juga telah menanamkan investasi sebesar US$ 35 juta-US$ 40 juta untuk membangun 15 stasiun pengisian bahan bakar kendaraan bermotor (SPBKB) dan stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN). Tahun ini, AKRA menargetkan laba bersih Rp 760 miliar-Rp 800 miliar. Sementara pendapatan diharapkan mencapai Rp 26 triliun hingga Rp 27 triliun. Laba bersih dan pendapatan AKRA masing-masing sebesar Rp 648,25 miliar dan Rp 22,34 triliun di tahun lalu. Kiswoyo Adi Joe, Managing Partner Investa Saran Mandiri mengatakan, bisnis lahan industri ini akan memberikan margin yang cukup besar ke pendapatan AKRA jika dibandingkan dari bisnis distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Apalagi lokasinya di Jawa Timur yang ongkos pembangunannya masih cukup murah," ujar dia, Selasa (8/7). AKRA akan mendanai sisa kebutuhan ekspansi dari pendanaan perbankan. Kondisi keuangan AKRA yang masih sehat dinilai tidak akan memberatkan AKRA. Dia yakin, dengan ekspansi yang tepat waktu, AKRA sudah bisa mendulang keuntungan dari bisnis lahan industri di tahun ini. Karena prospek jangka panjang yang masih menarik, Kiswoyo merekomendasikan, buy untuk AKRA dengan target Rp 5.000. Saham AKRA turun 1,31% ke Rp 4.515, kemarin. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News