KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kesenjangan akses layanan kesehatan spesialis masih menjadi persoalan struktural di Indonesia. Rasio dokter spesialis nasional baru mencapai 0,21 per 1.000 penduduk, masih di bawah standar ideal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 0,28. Kondisi ini menunjukkan belum meratanya layanan spesialis, terutama di luar kota-kota besar. Keterbatasan tersebut mendorong munculnya model bisnis baru di sektor kesehatan yang menggabungkan praktik medis dengan pengelolaan profesional. Pendekatan ini menitikberatkan pada penguatan manajemen, pembiayaan, dan sistem operasional untuk mempercepat ekspansi layanan spesialis ke berbagai daerah.
Baca Juga: AIA Group Catat Kenaikan Nilai Bisnis Baru 14% di Semester I-2025 Salah satu pemain yang mengusung pendekatan tersebut adalah CakraHealth, yang memperkenalkan diri sebagai medical brand-operator. Perusahaan ini mengintegrasikan pengelolaan klinik, lisensi merek, tata kelola hukum, serta skema pembiayaan dalam satu ekosistem terpadu. Model tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mendorong skalabilitas bisnis layanan kesehatan spesialis. Co-Founder CakraHealth, Budiarmanto Setyo Hutomo, menegaskan bahwa tantangan layanan kesehatan tidak bisa diselesaikan hanya dari sisi medis. “Inovasi medis perlu ditopang sistem manajemen yang kuat agar dampaknya bisa meluas dan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangannya, Selasq (27/1/2026). CakraHealth didirikan oleh praktisi medis dr. Enggar Yusrina Hasyyati bersama Budiarmanto Setyo Hutomo yang berlatar belakang hukum dan keuangan. Kombinasi keahlian lintas sektor ini menjadi dasar dalam menyelaraskan standar klinis dengan tata kelola bisnis yang dinilai lebih bankable dan menarik bagi investor.
Baca Juga: Kucuran Tunjangan Dokter Spesialis di Daerah Tertinggal Pada tahap awal, perusahaan telah menjalin kerja sama di bidang dermatologi serta internis nefrologi. Ke depan, ekspansi diarahkan ke layanan onkologi untuk memperluas akses pengobatan kanker, serta pengembangan layanan genetika guna mendukung diagnosis yang lebih presisi. CakraHealth juga menyiapkan pengembangan fasilitas kesehatan tingkat pertama dan apotek terintegrasi sebagai bagian dari ekosistem layanan menyeluruh. Di sisi hulu, perusahaan mengembangkan lini contract research, development, and manufacturing organization (CRDMO) untuk mendukung kegiatan riset hingga produksi kebutuhan medis. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat kemandirian industri kesehatan nasional sekaligus membuka sumber pendapatan di luar layanan klinis.
Baca Juga: Beasiswa Fellowship LPDP Dokter Spesialis 2026 Dibuka, Ini Jadwalnya Dalam skema bisnisnya, dokter spesialis diposisikan sebagai mitra tumbuh atau co-owner. Pendekatan ini diharapkan menciptakan insentif jangka panjang dalam menjaga kualitas layanan, sekaligus melindungi kekayaan intelektual medis sebagai aset bernilai ekonomi.
Dengan struktur manajemen terintegrasi tersebut, CakraHealth menargetkan praktik medis individual dapat berkembang menjadi unit bisnis profesional berskala nasional, sekaligus menjawab kebutuhan pasar akan layanan spesialis yang lebih merata dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News