Akses Pembiayaan Semakin Mudah, Kemampuan Bayar Menjadi Perhatian



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Akses terhadap pembiayaan formal semakin menjadi bagian dari pengelolaan keuangan masyarakat. Namun, kemudahan memperoleh pinjaman juga perlu diikuti pemahaman mengenai kemampuan membayar dan tujuan penggunaan dana.

Kondisi tersebut menjadi perhatian industri keuangan, termasuk Kredit Pintar/  Head of Business and Operations Kredit Pintar Irgo Bachtiar mengatakan, pertumbuhan akses kredit perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai pengambilan keputusan finansial yang bertanggung jawab.

“Yang penting adalah masyarakat memahami, pinjaman harus sesuai kebutuhan dan kemampuan. Kami ingin literasi keuangan tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar sampai kepada masyarakat,” ujar Irgo, dalam keterangannya, Kamis (1/10).


Baca Juga: Event Lari Jadi Peluang Bisnis, Asuransi Digital Bersama Soroti Kebutuhan Proteksi

Menurut dia, penggunaan pinjaman perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, termasuk untuk modal usaha, pendidikan maupun kebutuhan produktif lain. Pemahaman mengenai perbedaan kebutuhan dan keinginan juga menjadi bagian penting dalam mengambil keputusan keuangan.

Brand & Communications Head Kredit Pintar, Puji Sukaryadi mengatakan, akses pendanaan perlu diikuti pemanfaatan yang lebih terukur agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat. “Pinjaman yang pintar adalah pinjaman yang sesuai kebutuhan dan kemampuan,” ujar Puji.

Sepanjang 2025 Kredit Pintar menyalurkan pinjaman lebih dari Rp 9,5 triliun, dengan total akumulasi penyaluran sejak 2017 mencapai lebih dari Rp 66 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News