KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dexa Medica menghadirkan vaksin SKYCELLFLU Quadrivalent guna memperluas akses pencegahan influenza di Indonesia. Vaksin tersebut sudah mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 9 Maret 2026. BPOM menerbitkan NIE untuk Skycellflu Quadrivalent SH, melengkapi produk sebelumnya, sebagai upaya memperkuat pencegahan influenza di tengah meningkatnya risiko infeksi saluran pernapasan. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2025 mencatat sekitar 1 miliar kasus influenza terjadi setiap tahun secara global, dengan 3–5 juta kasus berat, menunjukkan kebutuhan pencegahan yang semakin mendesak, termasuk di Indonesia.
Business Development and Scientific Affairs Director PT Dexa Medica, Raymond Tjandrawinata, menegaskan vaksinasi influenza terbukti efektif sebagai intervensi kesehatan masyarakat. Ia bilang, berbagai studi menunjukkan vaksin dapat menurunkan risiko rawat inap akibat komplikasi influenza hingga 40–60%, terutama pada kelompok berisiko tinggi.
Baca Juga: Bio Farma Raih Sertifikat Halal untuk Vaksin HPV NusaGard Raymond menjelaskan, influenza kerap diremehkan, padahal dapat berdampak serius pada lansia, anak-anak, dan penderita penyakit kronis. WHO mencatat kematian akibat gangguan pernapasan terkait influenza mencapai 290.000–650.000 kasus per tahun. “Karena itu, kehadiran Skycellflu Quadrivalent diharapkan memperluas akses vaksin influenza berstandar global dan menekan beban kesehatan,” kata Raymond dalam keterangannya, Kamis (15/4/2026). Penularan influenza terjadi melalui droplet dan kontak dengan benda terkontaminasi dimana gejalanya muncul mendadak. Pada individu sehat umumnya dapat sembuh dengan istirahat dan terapi suportif, namun pada kelompok rentan dapat berkembang menjadi komplikasi berat. Penanganan disesuaikan dengan kondisi klinis, di mana kasus ringan cukup dengan terapi suportif, sementara kasus berat atau kelompok berisiko dapat diberikan antivirus untuk mempercepat pemulihan dan mencegah komplikasi. Oleh karena itu, Dexa menilai vaksinasi tetap menjadi langkah paling efektif dalam pencegahan influenza. Vaksin telah digunakan lebih dari 60 tahun dan tetap direkomendasikan setiap tahun karena virus terus bermutasi dan imunitas menurun, dengan komposisi yang diperbarui berdasarkan surveilans global.
Baca Juga: Bio Farma Perkuat Kiprah Global, Perluas Ekspor Vaksin ke 150 Negara Skycellflu Quadrivalent dirancang untuk melindungi dari empat strain influenza sesuai rekomendasi WHO, dengan varian SH mengikuti acuan 2024 dan NH untuk musim 2025–2026. Pendekatan quadrivalent memberikan perlindungan lebih luas dibanding trivalen karena mencakup dua strain influenza A serta dua strain influenza B dari garis keturunan berbeda. Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menegaskan komitmen BPOM dalam mendukung pencegahan penyakit flu di Indonesia. Salah satunya dengan menyetujui izin edar vaksin influenza quadrivalent. Ia bilang, BPOM juga memastikan seluruh vaksin yang beredar telah memenuhi standar mutu, keamanan, dan khasiat melalui proses evaluasi yang ketat dan tepat waktu. “BPOM mendukung percepatan akses masyarakat terhadap produk kesehatan, termasuk vaksin, melalui proses registrasi yang transparan, akuntabel, dan berbasis sains. Sinergi dengan industri farmasi menjadi kunci untuk memastikan ketersediaan produk yang aman dan berkualitas.” Tanda Taruna. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News