JAKARTA. Usai naik tinggi, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) koreksi. Mengutip Bloomberg, Rabu (17/8) pukul 21:25 WIB kontrak harga minyak WTI pengiriman September 2016 di New York Mercantile Exchange tergerus 1,05% ke US$ 46,09 per barel. Dalam sepekan harga masih melambung 10,5%. Research and Analyst PT Monex Investindo Futures Agus Chandra mengungkapkan, adanya barging hunting terhadap dollar Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu faktor melemahnya si emas hitam. Aksi tersebut sembari menunggu hasil catatan pertemuan FOMC yang diumumkan Kamis (18/8) dini hari. Pengganjal utama harga minyak WTI dan komoditas lainnya adalah penguatan dollar AS. "Ditambah lagi aksi profit taking terhadap harga yang reli terlampau tajam," jelas Agus, kemarin. Lagi pula, para pelaku berspekulasi bahwa stok minyak AS bertambah 300.000 barel atau lebih rendah dibandingkan dengan pekan sebelumnya.
Aksi profit taking bikin minyak terkapar
JAKARTA. Usai naik tinggi, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) koreksi. Mengutip Bloomberg, Rabu (17/8) pukul 21:25 WIB kontrak harga minyak WTI pengiriman September 2016 di New York Mercantile Exchange tergerus 1,05% ke US$ 46,09 per barel. Dalam sepekan harga masih melambung 10,5%. Research and Analyst PT Monex Investindo Futures Agus Chandra mengungkapkan, adanya barging hunting terhadap dollar Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu faktor melemahnya si emas hitam. Aksi tersebut sembari menunggu hasil catatan pertemuan FOMC yang diumumkan Kamis (18/8) dini hari. Pengganjal utama harga minyak WTI dan komoditas lainnya adalah penguatan dollar AS. "Ditambah lagi aksi profit taking terhadap harga yang reli terlampau tajam," jelas Agus, kemarin. Lagi pula, para pelaku berspekulasi bahwa stok minyak AS bertambah 300.000 barel atau lebih rendah dibandingkan dengan pekan sebelumnya.