Aksi wait and see menggerus USD/JPY



JAKARTA. Dollar AS tergerus di hadapan yen meski isu kenaikan suku bunga The Fed bulan ini semakin kuat. Mengutip Bloomberg, Jumat (3/3) pasangan USD/JPY melemah 0,32% ke level 114,04 dibanding sehari sebelumnya.

Nizar Hilmy, analis PT SoeGee Futures menyebutkan, pelemahan USD/JPY pada akhir pekan lalu disebabkan oleh aksi wait and see pelaku pasar terhadap pidato gubernur The Fed Janet Yellen. "Apalagi, pasangan USD/JPY sudah menguat tajam dalam tiga sesi terakhir," ujarnya.

Sementara data ekonomi Jepang menunjukkan hasil beragam. Biro statistik Jepang merilis tingkat belanja rumah tangga bulan Januari turun ke level minus 1,2% dari bulan sebelumnya di minus 0,3%.


Inflasi inti Tokyo bulan Februari secara year on year (yoy) tetap di level minus 0,3% atau di bawah proyeksi sebesar 0,2%. Lalu tingkat kepercayaan konsumen turun ke level 43,1 dari sebelumnya 43,2.

Tetapi inflasi inti nasional bulan Februari secara tahunan naik ke level 0,1% dari sebelumnya minus 0,2% dan tingkat pengangguran turun ke angka 3% dari sebelumnya 3,1%. "Data Jepang sepertinya tidak diperhatikan pelaku pasar," imbuh Nizar.

Dengan kuatnya sinyal kenaikan suku bunga The Fed, Nizar menduga pasangan USD/JPY akan menguat pada awal pekan. Apalagi setelah Yellen mendukung kenaikan suku bunga bulan ini dalam pidato, Sabtu (4/3).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto