Aktivis Hong Kong ke pemimpin G20: Tolong bebaskan kami dari China



KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Lebih dari seribu pengunjuk rasa berbaris di depan sejumlah kantor konsulat asing di Hong Kong untuk meminta para pemimpin G20 untuk menyoroti hubungan dengan China dalam pertemuan di Osaka pada akhir bulan ini. Tujuannya untuk mendorong penghapusan penuh dari rancangan aturan ekstradisi yang kontroversial.

Dilansir dari Reuters, sejumlah demonstran mengangkat plakat bertuliskan "tolong bebaskan Hong Kong".

Selama tiga minggu terakhir, jutaan orang Hong Kong telah memprotes RUU ekstradisi yang akan memungkinkan individu, termasuk orang asing, diekstradisi ke daratan China guna diadili di pengadilan yang dikendalikan oleh Partai Komunis.


Pemimpin Hong Kong yang ditunjuk oleh Beijing, Carrie Lam, akhirnya menyerah setelah beberapa kekerasan muncul di jalan-jalan kota, bersamaan dengan tembakan gas air mata dan peluru karet oleh polisi.

Belakangan, pembahasan rancangan aturan tersebut ditangguhkan tanpa batas waktu yang ditentukan.

"Selama pemerintah tidak menarik RUU, dan mereka menolak untuk menanggapi tuntutan kami, maka kami akan terus berjuang," kata Aslee Tam, salah seorang demonstran.

"Kami akan membuat keributan selama pertemuan G20, untuk membuat negara-negara lain membahas masalah di Hong Kong," lanjutnya.

Di depan kantor konsulat AS, pengunjuk rasa menyerahkan petisi yang meminta presiden Donald Trump untuk mendukung Hong Kong di gelaran KTT G20. Mereka mendesak Trump untuk membahas Hong Kong dengan Presiden China Xi Jinping, dan untuk mendukung penarikan penuh atas RUU ekstradisi.

Para pengunjuk rasa, beberapa mengenakan kaus 'Liberate Hong Kong', juga berbaris di kantor konsulat Inggris di mana petisi mereka diterima oleh seorang diplomat senior. Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt mengatakan kepada parlemen pada hari Selasa waktu setempat bahwa London akan melarang penjualan gas air mata ke Hong Kong dan menyerukan penyelidikan independen terhadap kekerasan yang terjadi baru-baru ini.

Peningkatan saga ekstradisi Hong Kong dinilai dapat mempermalukan China di saat meningkatnya ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat. Selain itu juga menumpuk tekanan pada [ara pemimpin Hong Kong di tengah laporan bahwa Beijing mulai ragu atas kemampuan mereka.

Namun Asisten Menteri Luar Negeri China Zhang Jun mengatakan pada awal pekan ini bahwa China tidak akan mengizinkan pembahasan Hong Kong di forum G20.

Editor: Tendi Mahadi