Aktivitas anak usaha ABM di Aceh tidak terganggu



JAKARTA. Aktivitas pertambangan batubara PT Media Djaya Bersama (MDB) dan perusahaan pembangkit listrik PT Energi Alamraya Semesta tetap berjalan seperti biasa. Anak usaha PT ABM Investama Tbk (ABMM) di Aceh itu tidak terganggu oleh gempa bumi berkekuatan 6,2 skala Richter yang melanda daerah itu pada Selasa (2/7) lalu.

Sekadar mengingatkan, PT ABM Investama Tbk melalui anak usahanya, yakni PT Reswara Minergi Hartama, pada tahun 2011 lalu mengakuisisi 70% saham MDB milik pengusaha nasional Surya Paloh.

Di wilayah Meulaboh, MDB melalui dua unit produksinya, yakni PT Bara Energi Lestari dan PT Mifa Bersaudara, memiliki konsesi izin usaha pertambangan (IUP) seluas 4.629 hektare (ha). Sementara itu, cadangan batubara pada area konsesi tersebut diperkirakan sebesar 455 juta ton.


Sebagaimana diceritakan Safril, Staf Bagian Operasi PT Media Djaya Bersama, gempa bumi yang berpusat di Kabupaten Aceh Tengah itu tidak berdampak pada aktivitas operasi dan infrastruktur pertambangan batubara MDB yang terletak di Meulaboh, Aceh Barat. "Tidak ada bangunan atau jalan yang rusak. Semua lancar saja," ungkap Safril kepada KONTAN, Kamis (4/7).

Menurut Safril, jarak antara Meulaboh dan Aceh Tengah itu sekitar 300 kilometer (km), atau mencapai lima jam perjalanan. Sehingga, gempa bumi berkekuatan 6,2 skala Richter tersebut tidak terlalu dirasakan oleh masyarakat Meulaboh.

Sebelumnya, Ade Satari, Sekretaris Perusahaan ABMM, mengatakan, pihaknya tahun ini masih membangun seluruh infrastruktur yang diperlukan konsesi di Aceh, seperti jalan khusus dan pelabuhan khusus. "Targetnya, akhir tahun ini selesai," ungkap dia.

Adapun produksi batubara MDB pada kuartal I–2013 telah mencapai 900.000 ton. Nah, bila seluruh infrastruktur tersebut sudah rampung, menurut Ade, perusahaan menargetkan dalam kurun waktu 4 tahun sampai 5 tahun mendatang produksi batubara MDB bisa mencapai 20 juta ton. Produksi batubara dari Aceh nantinya diekspor ke pasar India dan China.

Sementara itu, untuk aktivitas pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik anak usaha  ABM Investama lainnya, yakni PT Energi Alamraya Semesta  (EAS), juga tidak terpengaruh oleh gempa Aceh tersebut.

Menurut Direktur Utama Energi Alamraya Semesta, Elan Fuadi, lokasi pembangkit listrik milik perusahaan juga berada di Meulaboh. "Getaran memang terasa hingga ke Meulaboh, tetapi tidak besar," ungkap dia.

Namun, kata Elan, setelah kejadian getaran gempa berkekuatan 6,2 skala Richter tersebut, manajemen langsung melakukan safety procedure dan monitoring. Dari hasil monitoring tersebut, tidak ditemukan kerusakan dan gangguan pada operasi pembangkit listrik berkapasitas 15 megawatt (MW).

Menurut Elan, seluruh karyawan EAS dan keluarganya pun dalam keadaan selamat dan sehat. "Gempa di Aceh Tengah juga tidak mengganggu infrastruktur dan operasi penjualan listrik EAS kepada PLN dan juga ke PT Media Djaya Bersama," ungkap dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dikky Setiawan