KONTAN.CO.ID - LONDON. Aktivitas bisnis sektor swasta Amerika Serikat (AS) menguat tajam pada Agustus 2026. Penguatan terutama ditopang sektor jasa yang mencatat pertumbuhan tercepat dalam hampir dua tahun, sementara manufaktur mulai kehilangan momentum. Berdasarkan data awal S&P Global yang dipublikasikan Jumat (21/8/2026),
Flash US Composite PMI Output Index meningkat menjadi 56,0 pada Agustus, dari 54,5 pada Juli. Angka tersebut merupakan level tertinggi sejak April 2022 dan menunjukkan akselerasi aktivitas bisnis yang cukup kuat. Indeks di atas 50 menandakan ekspansi. Sektor jasa menjadi motor utama pertumbuhan.
Flash US Services PMI Business Activity Index melonjak menjadi 56,8, dari 54,6 pada Juli. Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak Desember 2024.
Kenaikan aktivitas jasa didukung pertumbuhan bisnis baru yang mencapai level tertinggi sejak Desember 2024. Perusahaan jasa juga meningkatkan perekrutan dengan laju tercepat dalam 19 bulan. Kendati begitu, kinerja manufaktur melambat.
Flash US Manufacturing PMI turun menjadi 53,2 pada Agustus, dari 53,9 pada Juli, menjadi level terendah dalam lima bulan.
Baca Juga: Proyek Tambang Bitcoin Tether di Uruguay Kandas, Investasi Diperkirakan US$120 Juta Pertumbuhan output pabrik juga melambat ke level terlemah dalam 13 bulan. Pertumbuhan pesanan manufaktur melambat untuk bulan keempat berturut-turut, antara lain akibat berkurangnya penumpukan persediaan pengaman serta gangguan pasokan.
Chief Business Economist S&P Global Market Intelligence Chris Williamson mengatakan penguatan sektor jasa membuat perekonomian AS memasuki kuartal III dengan momentum yang jauh lebih kuat. “Bisnis AS sedang berkembang pesat, dengan perusahaan melaporkan pertumbuhan output tercepat dalam lebih dari empat tahun sejauh kuartal III ini,” tulis Williamson dalam rilis pers, Jumat (21/8/2026). Williamson mengatakan, data PMI saat ini mengindikasikan pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal III dapat mencapai sekitar 3% secara tahunan. Proyeksi tersebut hampir dua kali lipat dari pertumbuhan 1,5% pada kuartal II lalu. Menurut Williamson, perubahan komposisi pertumbuhan juga patut diperhatikan. Sektor jasa kini menjadi penopang utama ketika manufaktur menghadapi dampak berkurangnya penumpukan persediaan dan gangguan pasokan.
Baca Juga: Kembali Menguat, PMI Manufaktur Jerman Cetak Rekor Tertinggi 51 Bulan “Ketika penumpukan persediaan pengaman berkurang dan gangguan pasokan menekan pertumbuhan produksi pabrik, sektor jasa kini memainkan peran penting dalam mendorong ekspansi AS yang berkelanjutan. Ini menunjukkan ketergantungan ekonomi AS pada belanja konsumen dan pertumbuhan jasa keuangan,” tutur Williamson. Dari sisi harga, tekanan inflasi mulai mereda dibandingkan Juli. Namun, laju kenaikan biaya input dan harga jual perusahaan masih relatif tinggi. Rata-rata kenaikan biaya sepanjang kuartal III juga masih sedikit lebih tinggi dibandingkan kuartal II. Williamson memperingatkan tekanan harga masih menjadi risiko bagi perekonomian AS, terutama jika harga energi kembali meningkat. “Tekanan harga memang mulai mereda, tetapi masih tinggi dan rentan kembali meningkat jika harga energi kembali naik,” kata dia.
Sementara itu, perbaikan permintaan mendorong perusahaan meningkatkan tenaga kerja. Pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta mencapai laju tercepat sejak awal 2025, terutama didorong oleh sektor jasa.
Baca Juga: Cuaca Panas Ekstrem Bikin Aktivitas Bisnis Prancis Kembali Tertekan di Agustus Secara keseluruhan, data PMI awal Agustus memberikan sinyal bahwa ekonomi AS masih memiliki momentum kuat memasuki paruh kedua tahun ini. Namun, perlambatan manufaktur, gangguan rantai pasok dan tekanan harga energi tetap menjadi risiko yang perlu diperhatikan. Dengan pertumbuhan sektor jasa yang kuat, S&P Global memperkirakan ekonomi AS berada di jalur pertumbuhan sekitar 3% secara tahunan pada kuartal III-2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 1,5% pada kuartal sebelumnya.