Aktivitas Bisnis dan Konsumsi Masyarakat Tumbuh Melambat pada September 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aktivitas ekonomi Indonesia menunjukkan tanda-tanda perlambatan pada September 2026. Indikator big data Bank Central Asia (BCA) mencatat pertumbuhan transaksi bisnis dan konsumsi masyarakat yang lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, berdasarkan data BCA, indeks transaksi bisnis atau BCA Intrabiz tumbuh 8,4% secara tahunan (year on year/yoy) pada September 2026. Angka tersebut melambat dibandingkan pertumbuhan pada Agustus 2026 yang mencapai 9,4% yoy.


Perlambatan juga terjadi pada sektor konsumsi. Pertumbuhan konsumsi masyarakat tercatat sebesar 1,4% yoy pada September 2026, lebih rendah dibandingkan realisasi pada Agustus 2026 yang sebesar 1,8% yoy.

“Intrabiz melambat dari 9,4% yoy di Agustus jadi 8,4% di September. Konsumsi tumbuh 1,8% di Agustus jadi 1,4% yoy di September,” kata David kepada Kontan, Kamis (8/10/2026).

Baca Juga: Survei BI: Pendapatan Kelas Menengah untuk Konsumsi Meningkat, Porsi Tabungan Turun

Berdasarkan data tersebut, pertumbuhan indeks transaksi bisnis BCA turun 1 poin persentase dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, pertumbuhan konsumsi masyarakat melemah 0,4 poin persentase dalam periode yang sama.

David menambahkan, perlambatan aktivitas ekonomi juga terlihat dari perbandingan kinerja secara kuartalan. Menurut dia, pertumbuhan aktivitas ekonomi pada kuartal III 2026 secara keseluruhan lebih lambat dibandingkan kuartal II 2026.

“Di kuartal III secara keseluruhan lebih lambat dari kuartal II,” ujarnya.

Perlambatan pertumbuhan transaksi bisnis dan konsumsi tersebut mengindikasikan bahwa aktivitas ekonomi menghadapi tekanan pada kuartal III 2026. Meski kedua indikator masih mencatatkan pertumbuhan positif secara tahunan, laju pertumbuhannya menunjukkan tren yang melemah dibandingkan periode sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News