Aktivitas Dunia Usaha Diproyeksi Menguat di Kuartal II-2026, Cermati Penopangnya



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Aktivitas dunia usaha diperkirakan menguat pada kuartal II-2026, didorong oleh faktor musiman hingga peningkatan aktivitas di sejumlah sektor kunci. 

Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia (BI) menunjukkan optimisme pelaku usaha terhadap perbaikan kinerja pada periode tersebut.

Dalam laporan yang dirilis Jumat (17/4/2026), responden memperkirakan kegiatan usaha akan tumbuh lebih tinggi dibanding kuartal sebelumnya. 


Baca Juga: Hasil Survei BI: Kegiatan Dunia Usaha Melambat pada Kuartal I-2026

Hal ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) yang diproyeksikan mencapai 14,80%, naik dari realisasi kuartal I-2026 sebesar 10,11%.

Pendorong utama peningkatan ini berasal dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang memasuki musim panen. 

Aktivitas produksi komoditas pangan dan perkebunan meningkat, diikuti kegiatan perikanan yang bergerak sesuai pola musim.

Selain itu, sektor pertambangan dan penggalian juga diperkirakan membaik seiring penurunan curah hujan yang mendukung kelancaran produksi. 

Sementara itu, sektor konstruksi ikut menopang pertumbuhan dengan dimulainya sejumlah proyek pada kuartal II-2026.

Sejalan dengan meningkatnya aktivitas usaha, penyerapan tenaga kerja juga diproyeksikan ikut menguat. SKDU mencatat penggunaan tenaga kerja pada kuartal II-2026 diperkirakan mencapai SBT 0,61%, lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya. 

Peningkatan ini ditopang sektor pertambangan dan penggalian (SBT 0,16%), jasa keuangan (SBT 0,51%) seiring ekspansi kantor cabang, serta pertanian yang tetap terdorong musim panen.

Baca Juga: Aktivitas Dunia Usaha Melambat di Akhir 2025, BI Pastikan Masih di Zona Positif

"Responden memperkirakan kegiatan usaha pada kuartal II-2026 akan tumbuh lebih tinggi," tulis BI dalam laporannya seperti dikutip KONTAN.

Beranjak ke kondisi kuartal I-2026, aktivitas dunia usaha tercatat lebih moderat, terutama dari sisi ketenagakerjaan. Penggunaan tenaga kerja hanya tumbuh tipis dengan SBT 0,28%, turun dari 0,72% pada kuartal IV-2025.

Meski melambat, beberapa sektor masih mencatat peningkatan perekrutan. Sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan motor mencatat SBT 0,69%, didorong ekspansi jaringan usaha seperti pembukaan cabang dan outlet baru.

Sektor transportasi dan pergudangan juga tumbuh dengan SBT 0,16%, seiring peningkatan layanan angkutan dan aktivitas logistik. Adapun sektor jasa keuangan mencatat SBT 0,32% berkat pengembangan bisnis.

Baca Juga: Dunia Usaha Melambat di Akhir 2025

Di sisi lain, sektor pertanian mulai menunjukkan perbaikan meski masih dalam fase terbatas. SBT tercatat -0,27%, membaik dari kuartal sebelumnya yang sebesar -0,66%, sejalan dengan awal periode panen.

Dengan kombinasi faktor musiman, ekspansi sektor riil, serta peningkatan proyek konstruksi, dunia usaha memasuki kuartal II-2026 dengan prospek yang lebih kuat dibanding awal tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News