Aktivitas Ekonomi Meningkat, Menkeu Purbaya Yakin Utang Swasta Naik Tahun Ini



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat posisi utang luar negeri (ULN) turun pada kuartal IV 2025.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyebutkan, ULN  swasta mencapai US$ 192,8 miliar pada kuartal IV 2025, menurun dibandingkan dengan posisi kuartal III 2025 sebesar 194,5 miliar.

“Perkembangan tersebut dipengaruhi penurunan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations),” tutur Denny dalam keterangannya, Rabu (18/2/2026).


Baca Juga: ULN Indonesia Naik pada Kuartal IV 2025, Ini Faktor Pendorongnya

Adapun ia memerinci, berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari Sektor Industri Pengolahan, Jasa Keuangan dan Asuransi, Pengadaan Listrik dan Gas, serta Pertambangan dan Penggalian, dengan pangsa mencapai 79,9% terhadap total ULN swasta.

ULN swasta tetap didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,3% terhadap total ULN swasta.

Melihat kondisi tersebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai, pada kuartal I hingga IV 2026 ini, sejalan dengan aktivitas ekonomi mulai meningkat, ULN swasta diperkriakan juga ikut meningkat.

“Saya yakin turunnya kuartal I, II, III, IV mulai naik lagi. Sesuai dengan aktivitas ekonomi,” tutur Purbaya kepada awak media, Rabu (18/2/2026).

Disisi lain, Purbaya melihat ada kemungkinan ULN swasta turun, lantaran pihak swasta sudah banyak mendapatkan pendanaan dari perbankan dalam negeri. Karena kita dorong likuiditas ke sistem perekonomian.

Sebagaimana diketahui, pada 12 September 2025 Kementerian Keuangan menginjeksi likuiditas melalui penempatan dana sebesar Rp 200 triliun ke bank-bank Himbara. Purbaya kembali menambah penempatan dana Rp 76 triliun pada 10 November 2025.

Baca Juga: Purbaya Masih Menunggu Petunjuk Prabowo Terkait Skema Pembayaran Utang Whoosh

Selanjutnya: Indeks Saham Syariah Diprediksi Mengalami Pemulihan Bertahap Menuju Semester II–2026

Menarik Dibaca: 6 Tanda pada Tubuh jika Kesehatan Usus Bermasalah, Apa Saja?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News