KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kepala Ekonom PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Banjaran Surya Indrastomo memproyeksikan pertumbuhan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Januari 2026 akan berada di kisaran 9,2% secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu 5,9% yoy pada Januari 2025. Menurut Banjaran, pertumbuhan M2 tersebut melanjutkan tren positif yang terjadi pada Desember 2025 yakni tumbuh sebesar 9,6% yoy dengan nilai mencapai Rp 10.133,1 triliun, atau lebih tinggi dibandingkan November 2025 yang tumbuh 8,3% (yoy). Perkembangan M2 pada Desember 2025 terutama dipengaruhi oleh meningkatnya tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat dan penyaluran kredit. Lebih lanjut, Banjaran memproyeksikan sepanjang 2026, pertumbuhan M2 akan lebih tinggi dibandingkan tahun 2025, sejalan dengan proyeksi peningkatan penyaluran pembiayaan dan pertumbuhan simpanan perbankan.
Aktivitas Ekonomi Terjaga, Uang Beredar Diproyeksikan Tumbuh 9,2% per Januari 2026
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kepala Ekonom PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Banjaran Surya Indrastomo memproyeksikan pertumbuhan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Januari 2026 akan berada di kisaran 9,2% secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu 5,9% yoy pada Januari 2025. Menurut Banjaran, pertumbuhan M2 tersebut melanjutkan tren positif yang terjadi pada Desember 2025 yakni tumbuh sebesar 9,6% yoy dengan nilai mencapai Rp 10.133,1 triliun, atau lebih tinggi dibandingkan November 2025 yang tumbuh 8,3% (yoy). Perkembangan M2 pada Desember 2025 terutama dipengaruhi oleh meningkatnya tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat dan penyaluran kredit. Lebih lanjut, Banjaran memproyeksikan sepanjang 2026, pertumbuhan M2 akan lebih tinggi dibandingkan tahun 2025, sejalan dengan proyeksi peningkatan penyaluran pembiayaan dan pertumbuhan simpanan perbankan.