KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selama masa pandemi, semua orang termasuk anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Walhasil, ruang bergerak anak menjadi terbatas. Padahal, walaupun di rumah saja, anak tetap harus aktif agar pertumbuhan dan perkembangannya dapat berjalan optimal. John Ratey, pakar klinis dan psikiatri dari Harvard Medical School, dalam bukunya Spark: The Revolutionary New Science of Exercise and The Brain menjelaskan aktivitas fisik dapat membantu meningkatkan kecerdasan anak. Aktivitas fisik membantu melepaskan protein Brain Derive Neurotrophic Faktor yang dapat membantu memelihara sel otak. Sekaligus meningkatkan kecepatan sinyal sel otak dan kesehatan neuron. Selain aktivitas fisik, kreativitas juga dapat meningkatkan kecerdasan anak. Berkreasi dapat melatih anak untuk berpikir, berimajinasi, dan memecahkan masalah. Kreativitas menuntun anak untuk berpikir dan menciptakan sesuatu sehingga anak lebih produktif.
Aktivitas fisik membantu meningkatkan kecerdasan anak-anak
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selama masa pandemi, semua orang termasuk anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Walhasil, ruang bergerak anak menjadi terbatas. Padahal, walaupun di rumah saja, anak tetap harus aktif agar pertumbuhan dan perkembangannya dapat berjalan optimal. John Ratey, pakar klinis dan psikiatri dari Harvard Medical School, dalam bukunya Spark: The Revolutionary New Science of Exercise and The Brain menjelaskan aktivitas fisik dapat membantu meningkatkan kecerdasan anak. Aktivitas fisik membantu melepaskan protein Brain Derive Neurotrophic Faktor yang dapat membantu memelihara sel otak. Sekaligus meningkatkan kecepatan sinyal sel otak dan kesehatan neuron. Selain aktivitas fisik, kreativitas juga dapat meningkatkan kecerdasan anak. Berkreasi dapat melatih anak untuk berpikir, berimajinasi, dan memecahkan masalah. Kreativitas menuntun anak untuk berpikir dan menciptakan sesuatu sehingga anak lebih produktif.