Aktivitas Konstruksi Inggris Makin Tertekan, Kontraksi 20 Bulan Berturut-Turut



KONTAN.CO.ID - LONDON. Aktivitas sektor konstruksi Inggris kembali mengalami kontraksi pada Agustus 2026. Pelemahan terutama dipicu penurunan tajam pada pembangunan perumahan, sementara aktivitas konstruksi komersial dan teknik sipil juga masih menyusut meski dengan laju yang lebih lambat.

S&P Global mengumumkan, Jumat (4/9/2026), Purchasing Managers’ Index (PMI) sektor konstruksi Inggris tercatat 44,3 pada Agustus, turun dari 44,7 pada Juli. Sektor konstruksi Inggris telah kontraksi selama 20 bulan berturut-turut.

Seluruh tiga subsektor konstruksi mencatat penurunan aktivitas pada Agustus. Namun, hanya sektor perumahan yang mengalami percepatan kontraksi dibandingkan bulan sebelumnya. Aktivitas pembangunan perumahan mencatat indeks 37,6, menunjukkan penurunan paling tajam di antara seluruh subsektor.


Sementara itu, aktivitas konstruksi komersial mencatat indeks 47,8 dan mengalami penurunan dengan laju paling lambat sejak Januari. Aktivitas teknik sipil berada pada indeks 40,5, dengan kontraksi paling ringan sejak Maret.

 “Penurunan tajam dan semakin cepat pada aktivitas perumahan lebih dari mengimbangi penurunan yang lebih lambat pada subsektor komersial dan teknik sipil,” kata Tim Moore, Direktur Ekonomi S&P Global Market Intelligence, dalam rilis pers, Jumat (4/9/2026).

Baca Juga: Norwegia Bakal Pangkas US Treasury hingga US$ 80 Miliar, Ini Negara Tujuan Investasi

Dari sisi permintaan, perusahaan konstruksi mencatat penurunan total pesanan baru pada Agustus. Meski demikian, laju kontraksi hanya moderat dan menjadi yang paling ringan sejak September 2025. Sejumlah perusahaan menyebut kondisi permintaan yang lesu, berkurangnya proyek baru, terutama proyek pembangunan rumah, serta keputusan klien yang tertunda.

Risiko yang meningkat setelah konflik di Timur Tengah juga disebut memengaruhi keputusan bisnis. Namun, sebagian perusahaan melaporkan adanya perbaikan pada pekerjaan infrastruktur.

 “Meski demikian, total bisnis baru turun dengan tingkat yang paling ringan dalam 11 bulan, di tengah laporan adanya dukungan dari pekerjaan infrastruktur transportasi serta beberapa area yang masih bergairah, seperti pembangunan pusat data dan proyek-proyek sektor energi,” papar Moore.

Pelemahan bisnis baru dan tekanan biaya juga berdampak pada ketenagakerjaan. Jumlah pekerja sektor konstruksi kembali menurun pada Agustus karena proyek yang telah selesai tidak sepenuhnya digantikan oleh pekerjaan baru. Namun, laju pengurangan tenaga kerja tergolong moderat dan menjadi yang paling kecil sejak Februari.

Baca Juga: Data Nonfarm Payrolls AS Melonjak pada Agustus, Tingkat Pengangguran Stabil

Di sisi lain, penggunaan subkontraktor meningkat untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun. Aktivitas pembelian perusahaan konstruksi justru turun tajam pada Agustus, dengan penurunan yang lebih cepat dibandingkan periode survei sebelumnya.

Terkait prospek bisnis, perusahaan konstruksi masih optimistis secara keseluruhan terhadap aktivitas dalam satu tahun mendatang. Namun, tingkat optimisme tersebut melemah dibandingkan Juli yang merupakan level tertinggi dalam lima bulan dan masih jauh di bawah tren historis.

Sekitar 38% responden memperkirakan output akan meningkat dalam setahun ke depan, sedangkan 20% memperkirakan terjadi penurunan. Sebagian perusahaan, di sisi lain, berharap adanya pemulihan peluang tender, khususnya pada proyek konstruksi komersial.

 “Optimisme bisnis masih rendah, dengan proyeksi pertumbuhan untuk satu tahun ke depan melemah dibandingkan Juli dan jauh lebih lemah dibandingkan tren historis. Kekhawatiran mengenai ketegangan geopolitik, prospek ekonomi domestik yang kurang bergairah, dan tingginya biaya pinjaman semuanya disebut sebagai faktor yang menahan kepercayaan,” ujar Moore.