Listrik padam 6 jam lebih, aktivitas masyarakat lumpuh



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemadaman listrik selama lebih dari 6 jam menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh! Begitulah gambaran yang nampak dari efek dari mati listrik kemarin di Bintaro dan kawasan Tangerang Selatan.

Pasca listrik padam, sejumlah fasilitas umum seperti lampu lalu lintas, kereta api mengalami gangguan. Tak pelak, kemacetan terjadi di mana-mana.

Setali tiga uang, sejumlah  pusat perbelanjaan juga mengalami kendala yang sama. Sistem pembayaran hanya dilakukan dengan sistem off line. "Pembeli hanya bisa dilakukan cash," ujar kasir di Total. Sesaat setelah lampu mati, petugas kasir melakukan hitungan manual.


Baca Juga: MRT mulai beroperasi, layanan operasional gratis hingga tengah malam

Sistem komunikasi juga lumpuh. Operator Ooredo, Indosat sama sekali tak bisa digunakan, beda dengan operator lain yang bisa menggunakan fasilitas whasapp. Kondisi ini menyulitkan komunikasi konsumen.

Anera bersama temannya gagal menghubungi orang tuanya, pasca mengerjakan tugas dan makan di sebuah mal. Upaya memesan transportasi online juga tak bisa lakukan. Tak pelak, mereka memilih jalan kaki sekitar 7 kilometer menuju rumah.

Diana, ibu menyusui bayi tiga bulan, harus rela membuang tabungan air susu ibu alias ASI lantaran kulkas penyimpan ASI nya mencair. "Rasanya pengin nangis harus buang tabungan ASI dan harus memulai dari zero lagi," ujarnya sedih. Perjuangan menabung ASI lebih berat lantaran kini ia sudah mulai bekerja. Sedianya, ia menabung ASI agar bisa meninggalkan rumah dengan tenang saat harus bekerja.

Baca Juga: Pemadaman listrik massal, PLN: Kami tidak melihat adanya sabotase

Sri Peni Intan Cahyani, plt Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) meminta maaf atas black out yang terjadi di Jabodetabek dan sekitarnya. "Kami atas nama manajemen PLN, saya mohon maaf atas black out yang terjadi, " ujar Sri Peni. Perbaikan terus dilakukan agar pemadaman serentak segera teratasi.

Dari Bandung, seorang teman Yuka mengabarkan pemadaman kurang lebih 5 jam juga dialami warga Bandung dan sekitarnya. "Baru pukul 5.10 PM, listrik nyala," ujarnya.

Aktivitas lumpuh akibat listrik mati harus menjadi jeweran PLN untuk berbenah diri. Zaman now, keandalan sistem jaringan harus menjadi tolak ukur. Batas toleransi pemadaman harus menjadi tolak ukur kinerja PLN di tengah surplus aliran listrik di Indonesia.

Baca Juga: Listrik padam hari ini lebih parah dari rekor mati listrik 2005?

Upaya industrialiasi dengan energi bersih, dan listrik menjadi tumpuan, pemadaman listrik dalam kuran waktu waktu berjam jam mestinya tak harus terjadi. Bagaimana PLN, sanggupkah membuktikan?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie