KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Aktivitas merger dan akuisisi (M&A) di kawasan Asia Tenggara meningkat sepanjang 2026. Kondisi ini turut mendongkrak pendapatan bisnis investment banking (IB) Citibank di kawasan ASEAN. Data Dealogic menunjukkan, volume transaksi M&A di ASEAN meningkat lebih dari 30% secara tahunan (year-on-year/yoy), dengan nilai mencapai US$ 140 miliar. Sementara itu, gabungan volume penerbitan di pasar modal ekuitas atau equity capital markets (ECM) dan pasar modal utang atau debt capital markets (DCM) melampaui US$ 180 miliar. Kedua segmen pasar modal tersebut juga mencatat pertumbuhan dengan besaran yang kurang lebih sama.
Head of Investment Banking Citi untuk ASEAN Matthew Nimtz bilang peningkatan aktivitas M&A sejalan dengan ekspansi perusahaan-perusahaan lokal ke pasar global. Perusahaan juga semakin memanfaatkan pasar modal untuk mendanai ekspansi dan kebutuhan strategis.
Baca Juga: Bank BTN (BBTN) Kaji Opsi Buyback Saham Sehubungan itu, ia mengungkapkan bahwa Citi terlibat dalam berbagai transaksi M&A di ASEAN dengan nilai total mendekati US$ 20 miliar sepanjang tahun ini. Bank multinasional ini telah membantu klien di kawasan ASEAN menghimpun dana hampir US$ 25 miliar dari pasar modal global sepanjang 2026. Penghimpunan dana tersebut mencakup penerbitan obligasi internasional, penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), obligasi konversi, serta penawaran saham lanjutan atau follow-on offering. "ASEAN merupakan salah satu kawasan utama bagi Citi secara global. Kawasan ini adalah rumah bagi banyak perusahaan kelas dunia serta perusahaan unggulan baru yang terus berkembang dan semakin aktif memanfaatkan pasar modal secara kompetitif untuk mendanai ambisi pertumbuhan mereka," ujar Matthew dalam keterangan resmi, Selasa (20/10/2026). Citi memandang pembiayaan terkait akal imitasi (AI) juga menjadi salah satu faktor yang mendorong aktivitas perbankan investasi di kawasan tersebut. Citi memperkirakan aktivitas transaksi pasar modal akan tetap produktif pada kuartal IV-2026. Bank juga melihat peluang berlanjutnya transaksi M&A, baik yang melibatkan investor asing di kawasan ASEAN maupun perusahaan ASEAN yang berekspansi ke luar negeri, terutama di sektor teknologi, barang konsumen, dan kesehatan.
Baca Juga: Bidik Pekerja Muda, Bank BSN Tawarkan KPR Tenor 40 Tahun dengan DP 1% Di Indonesia, Citi berperan sebagai penasihat keuangan bagi PT Indosat Tbk dalam pembentukan Zankore, termasuk mendukung pembiayaan ekuitas dan utangnya. Citi juga menangani penerbitan obligasi internasional untuk PT PLN.
Adapun di tingkat regional, Citi menjadi penasihat bagi KKR dan Singtel dalam proses akuisisi STT GDC senilai US$ 10,9 miliar. Sepanjang 2026, Citi juga menangani sejumlah penerbitan obligasi internasional bagi klien di kawasan ASEAN, termasuk Republik Filipina, PLN, Advance Info Service dari Thailand, dan Maybank dari Malaysia. Secara keseluruhan, Citi telah memimpin hampir 30 transaksi penerbitan di kawasan ASEAN sepanjang tahun ini, atau rata-rata hampir tiga transaksi setiap bulan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News