Aktivitas Manufaktur Diprediksi Tetap Berada di Bawah Tekanan, Ini Alasannya



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia turun tajam menjadi 46,9 pada Juni dari 50,0 sebelumnya, menandai level terlemah sejak Juni 2025 dan hanya merupakan kontraksi kedua yang tercatat selama setahun terakhir.

Mencermati kondisi tersebut, Samuel Sekuritas Indonesia (SSI) memperkirakan aktivitas manufaktur tetap berada di bawah tekanan pada kuartal ketiga karena lemahnya permintaan.

Fithra Faisal Hastiadi, Senior Macro Strategist Samuel Sekuritas Indonesia (SSI), melihat pelemahan tersebut terjadi secara luas di berbagai komponen.


Pesanan domestik baru turun untuk pertama kalinya dalam tiga bulan, permintaan ekspor mencatat kontraksi terdalam sejak Agustus 2021, lapangan kerja turun pada laju tercepat dalam hampir lima tahun. Sementara itu, perusahaan secara bersamaan mengurangi aktivitas pembelian dan persediaan.

“Perkembangan ini secara kolektif menunjukkan bahwa sektor industri telah memasuki perlambatan siklus yang nyata, bukan sekadar mengalami pelemahan sementara,” ujar Fithra dalam risetnya pada Senin (6/7/2026).

Baca Juga: Cum Date Tiba, Hari Ini Kesempatan Akhir Dapat Dividen Rp 29.000/Lot Dari Saham INDF

Menurut Fithra, komposisi survei PMI juga patut diperhatikan. Sementara produksi terus melemah, perusahaan melaporkan salah satu kenaikan biaya input tertinggi sejak survei dimulai pada tahun 2011, sehingga memaksa produsen menaikkan harga jual pada laju tercepat sejak tahun 2013.

“Kombinasi antara permintaan yang melemah dan biaya produksi yang tetap tinggi ini mencerminkan kondisi mikroekonomi yang semakin stagflasioner, di mana perusahaan menghadapi volume penjualan yang menurun sekaligus tekanan terhadap margin keuntungan,” jelas dia.

Meski demikian, Fithra bilang, kepercayaan bisnis membaik tipis dibandingkan Mei. Produsen memperkirakan harga komoditas yang lebih rendah dan kondisi permintaan yang secara bertahap membaik pada semester kedua tahun ini.

“Walaupun optimisme ini dapat mencegah kontraksi berkepanjangan, SSI memperkirakan aktivitas manufaktur akan tetap berada di bawah tekanan sepanjang kuartal ketiga sebelum mulai stabil menjelang akhir tahun,” pungkas Fithra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News