Aktivitas Manufaktur India Melambat, PMI Capai Level Terendah dalam Lima Tahun



KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Pertumbuhan sektor manufaktur India terus kehilangan momentum. Ini terlihat dari data HSBC India Manufacturing Purchasing Managers’ Index (PMI) yang disusun S&P Global dan HSBC, dipublikasikan Selasa (1/9/2026),

PMI manufaktur India turun menjadi 52,8 pada Agustus dari 53,5 pada Juli. Penurunan tersebut memperpanjang pelemahan PMI untuk bulan ketiga berturut-turut. Kendati masih di level ekspansi, posisi PMI India di Agustus tersebut merupakan posisi paling lemah dalam lima tahun.

Laju pertumbuhan tersebut menunjukkan sektor manufaktur India semakin kehilangan tenaga. Perlambatan terutama tercermin dari produksi dan pesanan baru yang tumbuh lebih lambat. “PMI manufaktur final India turun menjadi 52,8 pada Agustus, memperpanjang penurunannya untuk bulan ketiga berturut-turut,” kata Pranjul Bhandari, Chief India Economist HSBC, dalam rilis pers, Selasa (1/9/2026).


Salah satu perkembangan paling mencolok dalam survei Agustus adalah pelemahan produksi. Indeks output turun ke level terendah sejak Agustus 2021. “Ini menandakan bahwa produksi masih tumbuh tetapi dengan laju yang jauh lebih lambat,” ujar Bhandari.

Pelemahan tersebut mencerminkan kondisi permintaan yang semakin kurang mendukung. Pertumbuhan pesanan baru turut melambat, menunjukkan produsen menghadapi tantangan untuk mempertahankan laju produksi seperti pada periode sebelumnya.

Baca Juga: Perusahaan Energi Global Ramai-Ramai Bidik Venezuela

Perlambatan permintaan kemudian mulai berdampak pada pasar tenaga kerja. Lapangan kerja manufaktur mengalami kontraksi ringan pada Agustus, menjadi penurunan pertama setelah lebih dari dua tahun pertumbuhan pekerjaan.

Perubahan tersebut menjadi sinyal penting bagi perekonomian India. Selama lebih dari dua tahun sebelumnya, sektor manufaktur secara konsisten mencatat pertumbuhan tenaga kerja. Kini, perlambatan aktivitas mulai mendorong perusahaan mengurangi jumlah pekerja.

Di tengah perlambatan aktivitas, terdapat perkembangan positif dari sisi harga. Tekanan biaya input terus mereda pada Agustus.

Meredanya tekanan biaya memberikan sedikit ruang bagi perusahaan untuk menahan kenaikan harga di tengah permintaan yang melemah. Kondisi ini juga berpotensi membantu menjaga daya saing produk manufaktur India.

Namun, manfaat dari tekanan biaya yang lebih rendah belum cukup untuk mengimbangi perlambatan permintaan dan produksi.

Baca Juga: PMI Manufaktur Taiwan Bertahan di Level Ekspansif 54,7, Permintaan Ekspor Menguat

Penurunan PMI selama tiga bulan berturut-turut, ditambah output yang berada pada level terendah sejak Agustus 2021 dan kontraksi tenaga kerja untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun, menunjukkan perlambatan manufaktur semakin meluas.

Kondisi tersebut perlu dicermati karena manufaktur merupakan salah satu sektor yang diharapkan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi India melalui investasi, ekspor dan penciptaan lapangan kerja.