KONTAN.CO.ID - ROMA. Sektor manufaktur Italia kembali menghadapi tekanan pada Agustus 2026 setelah permintaan melemah. Penurunan pesanan baru yang paling tajam dalam hampir satu setengah tahun memaksa produsen memangkas output untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan. Data terbaru S&P Global menunjukkan,
Purchasing Managers’ Index (PMI) sektor manufaktur Italia turun menjadi 49,6 di Agustus dari 51,3 di Juli. Artinya, aktivitas manufaktur Italia kembali jatuh ke level kontraksi. Penurunan tersebut memang masih terbilang terbatas, tetapi menjadi pelemahan pertama kondisi operasional manufaktur Italia sejak Januari. Penurunan PMI terutama berasal dari melemahnya output, pesanan baru dan persediaan bahan baku.
Permintaan menjadi sumber utama tekanan. Pesanan baru secara keseluruhan turun untuk bulan kedua berturut-turut pada Agustus. Laju kontraksi mencapai level terkuat dalam hampir satu setengah tahun dan tergolong solid. Pasar domestik menjadi titik lemah utama. Penjualan kepada pelanggan internasional juga turun, tetapi dengan laju yang lebih ringan dan terbatas. “Dampak kondisi permintaan yang tidak menguntungkan merembet ke sektor manufaktur Italia pada Agustus,” kata Eleanor Dennison, Ekonom S&P Global Market Intelligence, dalam rilis pers, Selasa (1/9/2026).
Baca Juga: Manufaktur Prancis Kembali Ekspansi, Tapi Optimisme Pebisnis Justru Melemah Penurunan pesanan tersebut cukup besar untuk mendorong perusahaan memangkas produksi. Output manufaktur turun untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan. Melemahnya permintaan juga membuat produsen memangkas aktivitas pembelian bahan baku secara tajam. Pembelian input turun dengan laju tercepat dalam hampir satu tahun. Dengan volume pembelian yang berkurang, perusahaan mulai menggunakan persediaan yang sudah tersedia. Akibatnya, persediaan bahan baku sebelum produksi (
pre-production inventories) turun untuk pertama kalinya dalam tiga bulan. Kondisi rantai pasok masih menjadi hambatan bagi produsen Italia. Kekurangan material serta persoalan jalur transportasi membuat rata-rata waktu pengiriman bahan baku kembali memanjang secara tajam. Dennison mengatakan lingkungan eksternal masih berperan penting dalam menjaga tekanan biaya dan mengganggu rantai pasok. “Namun, kondisi pasar yang lesu dan berkurangnya permintaan terhadap input berarti situasi perlahan bergerak ke arah yang lebih baik, baik dari sisi biaya maupun rantai pasok,” ujarnya.
Baca Juga: Pemulihan Makin Kuat, PMI Manufaktur Jerman Tembus Level Tertinggi 51 Bulan Di tengah tekanan permintaan dan penurunan produksi, pasar tenaga kerja justru memberikan sinyal positif. Setelah sempat melakukan pengurangan tenaga kerja pada Juli, perusahaan manufaktur Italia kembali meningkatkan jumlah pekerja pada Agustus. Kenaikannya memang masih moderat. Sementara itu, kepercayaan produsen terhadap prospek pertumbuhan dalam 12 bulan ke depan meningkat. Tingkat optimisme kembali berada di atas rata-rata historis. Sekitar 47% perusahaan memperkirakan output akan meningkat dalam setahun mendatang. Sejumlah perusahaan berharap kondisi pasar membaik menjelang akhir tahun, sementara lainnya berencana meluncurkan produk baru dan memperluas pasar. Dennison menilai peningkatan perekrutan dan optimisme tersebut menjadi salah satu titik terang dalam survei Agustus. “Di sisi yang lebih positif, produsen kembali merekrut pada Agustus ketika kepercayaan mereka terhadap prospek 12 bulan ke depan membaik. Sejumlah perusahaan berharap terjadi peningkatan kondisi pasar menjelang akhir tahun,” katanya.