KONTAN.CO.ID - Aktivitas manufaktur Jepang mencatat pertumbuhan tercepat dalam sekitar empat tahun pada Februari, didorong kuatnya permintaan domestik dan luar negeri, menurut survei sektor swasta yang dirilis Jumat. Data ini menjadi sinyal positif bagi Perdana Menteri Sanae Takaichi dalam upayanya menghidupkan kembali perekonomian. Melansir
Reuters Jumat (20/2/2026), Indeks Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur kilat Jepang versi S&P Global naik ke 52,8 pada Februari dari 51,5 pada Januari.
Baca Juga: Donald Trump Beri Tenggat 10–15 Hari ke Iran untuk Capai Kesepakatan Nuklir Angka tersebut menandai laju pertumbuhan terkuat sejak Mei 2022. Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi, sementara di bawah 50 menandakan kontraksi. “Industri manufaktur mengalami peningkatan momentum pertumbuhan yang signifikan dan secara umum sejalan dengan laju solid di sektor jasa, menunjukkan pemulihan kini semakin luas,” ujar Annabel Fiddes, Economics Associate Director di S&P Global Market Intelligence. Permintaan Ekspor Melonjak Subindeks utama untuk output pabrik dan pesanan baru terus menguat pada Februari. Perusahaan mencatat kondisi permintaan yang solid serta dampak positif dari peluncuran produk baru.
Baca Juga: Meta Pangkas Saham Karyawan 5% untuk Danai Ambisi AI Permintaan luar negeri yang kuat mendorong pertumbuhan pesanan ekspor baru tercepat dalam delapan tahun. Sektor jasa juga mempertahankan kinerja yang solid, dengan PMI jasa kilat naik tipis menjadi 53,8 dari 53,7 pada Januari, ekspansi tercepat sejak Mei 2024. Dorongan bagi Agenda Ekonomi Takaichi Hasil survei yang positif ini menjadi angin segar bagi Takaichi, yang memimpin Partai Demokrat Liberal Jepang (LDP) meraih kemenangan besar dalam pemilu 8 Februari lalu, dengan janji merevitalisasi ekonomi dan menekan beban biaya hidup. PMI komposit Jepang yang menggabungkan sektor manufaktur dan jasa naik ke 53,8 pada Februari dari 53,1 pada Januari, mencatat pertumbuhan tercepat sejak Mei 2023.
Baca Juga: Board of Peace: Ini Rincian Bantuan dari Negara-Negara Anggota Termasuk Indonesia Membaiknya permintaan juga memberi ruang bagi perusahaan untuk menaikkan harga jual di tengah tekanan biaya yang masih tinggi. Kenaikan harga jual terjadi pada laju tercepat sejak Mei 2024.
Ke depan, pelaku usaha Jepang menunjukkan optimisme yang meningkat terhadap prospek bisnis, dengan sentimen mencapai level tertinggi dalam 15 bulan. Perusahaan mengandalkan berlanjutnya permintaan kuat untuk semikonduktor dan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), serta prospek positif pascakemenangan koalisi pemerintahan Takaichi.