Aktivitas Pabrik Korea Selatan Menguat, Ditopang Permintaan Semikonduktor



KONTAN.CO.ID - Aktivitas manufaktur Korea Selatan mencatat ekspansi tercepat dalam lebih dari empat tahun pada Maret 2026, didorong oleh permintaan semikonduktor dan peluncuran produk baru, meski konflik di Timur Tengah menekan pesanan ekspor.

Melansir Reuters Rabu (1/4/2026), survei sektor swasta yang dirilis S&P Global menunjukkan, indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur naik ke 52,6 dari 51,1 pada Maret.

Baca Juga: Kisah Menegangkan Kapal Tanker LPG India Lolos dari Selat Hormuz Lewat Rute Rahasia


Angka ini menjadi yang tertinggi sejak Februari 2022 dan menandakan ekspansi sektor industri.

Peningkatan produksi tercatat sebagai yang terbesar sejak Agustus 2024, seiring kuatnya permintaan chip dan hadirnya produk-produk baru di pasar.

Ekonom S&P Global Market Intelligence Usamah Batti mengatakan, penguatan ekonomi domestik serta peluncuran produk baru menjadi pendorong utama ekspansi sektor manufaktur.

Namun, pertumbuhan pesanan baru sedikit melambat dibanding bulan sebelumnya.

Baca Juga: Nikkei Melonjak 3% Rabu (1/4) Pagi, Harapan Reda Konflik Iran Dorong Sentimen Pasar

Konflik di Timur Tengah turut menekan permintaan ekspor, dengan pertumbuhan pesanan luar negeri turun ke level terendah dalam empat bulan, meskipun permintaan dari Amerika Serikat dan kawasan Asia tetap kuat.

Di sisi lain, tekanan biaya meningkat. Harga input naik pada laju tercepat sejak Juni 2022, dipicu lonjakan harga minyak serta pelemahan won Korea Selatan.