Aktivitas PUAB Naik Terbatas, LPS: Likuiditas Perbankan Masih Memadai



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Aktivitas Pasar Uang Antar Bank (PUAB) rupiah masih menunjukkan kondisi yang stabil di tengah dinamika likuiditas perbankan dan ketidakpastian global yang masih berlangsung.

Berdasarkan laporan Indikator Pasar Keuangan Mei 2026 yang diterbitkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), volume transaksi rata-rata harian (RRH) PUAB rupiah meningkat terbatas dari Rp 21,5 triliun pada Maret 2026 menjadi Rp 21,8 triliun pada April 2026.

LPS menilai kenaikan tersebut pada dasarnya menunjukkan terdapat kebutuhan likuiditas jangka pendek di perbankan, serta penyesuaian kebutuhan setelah periode Ramadan dan Idulfitri. 


Baca Juga: Penurunan Bunga Simpanan Bank per April 2026, Tapi Bunga Simpanan Valas Tetap Tinggi

Di saat yang sama, suku bunga Indonesia Overnight Index Average (IndONIA) naik menjadi 4,86% pada April 2026 dari 3,85% pada bulan sebelumnya.

Menurut LPS, kenaikan suku bunga over night tersebut mengindikasikan kondisi likuiditas yang cenderung lebih ketat dibandingkan periode sebelumnya, meski masih terbilang memadai. 

Kondisi itu disebut juga sejalan dengan langkah perbankan yang lebih berhati-hati dalam mengelola likuiditas di tengah meningkatnya volatilitas arus modal dan ketidakpastian ekonomi global.

Di sisi lain, aktivitas PUAB valuta asing (valas) overnight justru mengalami penurunan volume transaksi. LPS menyebut kondisi tersebut terjadi karena kebutuhan pendanaan valas jangka pendek relatif terbatas, sementara likuiditas domestik masih cukup memadai.

"Perkembangan tersebut mencerminkan bahwa aktivitas pasar uang antar bank masih berjalan stabil dan mendukung transmisi kebijakan moneter serta pengelolaan likuiditas perbankan domestik," tulis LPS dalam laporannya, dikutip Selasa (2/6/2026). 

Ke depan, LPS memperkirakan aktivitas PUAB rupiah akan tetap stabil ditopang kondisi likuiditas perbankan yang masih memadai dan pengelolaan operasi moneter yang terukur.

Baca Juga: Prospek Bisnis Asuransi Marine Cargo: AAUI Ungkap Kunci Pertumbuhan di Tahun Ini

Meski demikian, kebutuhan likuiditas jangka pendek diperkirakan meningkat secara moderat sejalan dengan pertumbuhan penyaluran kredit, dinamika penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), serta normalisasi aktivitas ekonomi domestik.

Sementara untuk PUAB valas, pergerakan transaksi diprediksi akan lebih selektif mengikuti kebutuhan pendanaan jangka pendek dan perkembangan pasar keuangan global.

LPS mengingatkan bahwa perkembangan PUAB tetap perlu dicermati, terutama terkait volatilitas nilai tukar, perubahan preferensi likuiditas perbankan, serta meningkatnya sentimen risk-off global yang berpotensi memengaruhi stabilitas likuiditas domestik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News