Aktivitas Sektor Jasa Jepang Kembali Ekspansif pada Juni, Tekanan Biaya Meningkat



KONTAN.CO.ID - Aktivitas sektor jasa Jepang kembali berekspansi pada Juni 2026 setelah sempat stagnan pada bulan sebelumnya.

Meski demikian, optimisme pelaku usaha masih tertahan di tengah meningkatnya tekanan biaya dan kekhawatiran terhadap ketegangan di Timur Tengah.

Baca Juga: Profil Cabo Verde, Tim Debutan Piala Dunia Lawan Argentina di Babak 32 Besar


Survei swasta yang dirilis S&P Global pada Jumat (3/7/2026) menunjukkan, Indeks Pembelian Manajer (Purchasing Managers' Index/PMI) sektor jasa Jepang naik menjadi 52,2 pada Juni dari 50,0 pada Mei.

Angka di atas 50 menandakan aktivitas bisnis berada dalam fase ekspansi, sedangkan angka di bawah 50 menunjukkan kontraksi.

Kenaikan tersebut menandai ekspansi sektor jasa selama 14 dari 15 bulan terakhir, meski laju pertumbuhannya masih tergolong moderat dan sedikit lebih lambat dibandingkan rata-rata dalam setahun terakhir.

Baca Juga: Hasil Spanyol vs Austria: La Roja Menang 3-0, Akhiri Penantian Sejak 2010

Dari sisi permintaan, bisnis baru meningkat dengan salah satu laju tercepat dalam hampir dua tahun terakhir. Namun, pesanan ekspor baru kembali menyusut untuk tiga bulan berturut-turut.

Sejumlah perusahaan melaporkan peningkatan permintaan di sektor transportasi, didorong oleh peluncuran produk baru serta penyelenggaraan berbagai acara.

Di sisi lain, tekanan biaya semakin meningkat. Harga input naik pada laju tercepat sejak Juni 2022, dipicu oleh kenaikan harga minyak, energi, pangan, serta upah tenaga kerja.

Meski demikian, laju kenaikan harga yang dibebankan kepada konsumen mulai melambat dibandingkan level yang hampir menyentuh rekor tertinggi pada Mei.

Pertumbuhan lapangan kerja juga masih berlangsung, meski kecepatannya tetap moderat. Perekrutan tenaga kerja meningkat dibandingkan Mei, tetapi masih berada di bawah rata-rata selama 10 bulan terakhir.

Baca Juga: Tinggalkan Pesawat AWACS yang Menua, NATO Beralih ke Jet Pengintai Saab GlobalEye

Associate Director Economics S&P Global Market Intelligence Annabel Fiddes mengatakan, momentum pertumbuhan memang membaik, tetapi kepercayaan pelaku usaha hanya meningkat tipis.

"Walaupun momentum pertumbuhan membaik, kepercayaan dunia usaha hanya menguat sedikit pada Juni karena ketidakpastian akibat konflik dan meningkatnya biaya masih membayangi prospek bisnis," ujarnya.

Sementara itu, PMI Komposit Jepang, yang menggabungkan sektor manufaktur dan jasa, naik menjadi 52,8 pada Juni dari 51,1 pada Mei. Capaian tersebut menjadi laju ekspansi terkuat dalam tiga bulan terakhir.