Akui Sentilan Xi Jinping, Trump: Amerika Kini Kembali Jadi Negara Terkuat di Dunia
Jumat, 15 Mei 2026 08:00 WIB
Oleh: Syamsul Ashar | Editor: Syamsul Azhar
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON D.C. – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan respons tajam sekaligus diplomatis terhadap pernyataan Presiden China, Xi Jinping, yang menyebut Negeri Paman Sam sebagai negara yang sedang mengalami kemunduran (declining state). Trump secara terbuka mengakui kebenaran pernyataan tersebut, namun memberikan catatan waktu yang sangat spesifik. "Ketika Presiden Xi menyebut Amerika Serikat sebagai negara yang mengalami kemunduran, ia merujuk pada kerusakan luar biasa selama empat tahun di bawah kendali pemerintahan 'Sleepy' Joe Biden. Dalam konteks itu, ia 100% benar," tegas Trump, seperti dikutip dari akun resmi media sosial White House, Jumat (15 /5)
Ia menyoroti rentetan masalah warisan administrasi sebelumnya, mulai dari krisis perbatasan terbuka, beban pajak yang mencekik, hingga kebijakan DEI (Diversity, Equity, and Inclusion) yang dianggap destruktif bagi struktur sosial Amerika. Baca Juga: Trump Akan Temui Xi Jinping di Beijing Mei 2026, Ini yang Dibahas
Era Baru Trump-Xi Jinping? Rekonsiliasi AS-China Jadi Sorotan Dunia
Namun, Trump memberikan garis pembatas yang tegas. Menurutnya, pandangan Xi tersebut sama sekali tidak mencerminkan kondisi AS dalam 16 bulan terakhir masa kepemimpinannya yang ia klaim sangat spektakuler. "Presiden Xi justru mengucapkan selamat kepada saya atas keberhasilan luar biasa ini," imbuhnya. Guna memperkuat argumennya, Donald Trump memaparkan sejumlah data pencapaian ekonomi dan militer yang diklaim sebagai rekor sejarah: Sektor Keuangan: Pasar saham dan dana pensiun 401K berhasil menembus rekor tertinggi sepanjang masa atau all-time high. Tonton: PERTEMUAN DONALD TRUMP-XI JINPING, SEPAKAT ERA BARU ATAU LANJUT BERSETERU? Arus Modal Masuk: Trump mengklaim terdapat rekor investasi asing senilai AS$ 18 triliun yang mengguyur Amerika Serikat dari berbagai negara. Klaim angka investasi oleh Presiden Trump ini cukup fantastis mengingat produk domestic bruto (PDB) AS akhir tahun lalu mencapai kisaran US$ 29,18 triliun mengutip data Trading Economics. Pasar Tenaga Kerja: Mencatatkan performa terbaik dalam sejarah dengan jumlah penyerapan tenaga kerja yang melampaui periode-periode sebelumnya.
Secara geopolitik dan militer Trump mengklaim: Keberhasilan manuver militer dan penguatan relasi di Venezuela, hingga klaim penghancuran kekuatan militer Iran guna mengukuhkan posisi AS sebagai militer terkuat di dunia. "Dua tahun lalu, kita memang negara yang sedang terpuruk. Dalam hal itu, saya sepenuhnya setuju dengan Presiden Xi," tutur Trump. Kendati demikian, ia menutup pernyataannya dengan nada optimisme bahwa saat ini Amerika Serikat telah bertransformasi kembali menjadi kekuatan global yang dominan. Ia berharap hubungan bilateral antara Washington dan Beijing dapat terjalin lebih kokoh dari sebelumnya di tengah posisi tawar AS yang kembali kuat.
Trump Datang ke Beijing Bersama Bos Teknologi, China dan AS Mau Damai?