Akuisisi Tertunda, Rights Issue MITI Molor



JAKARTA. Rencana PT Mitra Investindo Tbk (MITI) menggelar penerbitan saham baru atau rights issue pada awal tahun 2010 kemungkinan harus tertunda. Penyebabnya, mereka belum menemukan perusahaan tambang batubara yang cocok dari sisi harga dan cadangan produksi untuk diakuisisi. Padahal, dana rights issue untuk mendanai akuisisi itu.

Direktur MITI Diah Pertiwi Gandhi menuturkan, sebelumnya, perusahaannya telah melakukan uji tuntas terhadap sebuah perusahaan tambang batubara yang beroperasi di Provinsi Riau. Namun, mereka membatalkan rencana akuisisi lantaran kesepakatan harga tidak tercapai.

"Karena harga yang tidak cocok, kami mencari kembali (tambang baru)," kata Diah kepada KONTAN, kemarin (15/11). Sesuai rencana awal, emiten berkode saham MITI ini ingin menjajal gurihnya bisnis batubara. Bahkan, MITI ingin menjadikan penambangan batubara sebagai bisnis inti mereka.


Menurut Diah, MITI tetap berusaha mencari tambang untuk diakuisisi. Bahkan, saat ini perusahaan ini tengah mengkaji beberapa tambang yang berlokasi di Sumatra dan Kalimantan. "Sesuai dengan target, lebih dari tiga perusahaan kini sedang diuji dan itu sudah terlaksana sejak dua minggu lalu," imbuh Diah.

Sayangnya, ia masih enggan menyebutkan nama tambang yang jadi target akuisisi. Yang jelas, Diah optimistis, MITI sudah bisa mengakuisisi perusahaan tambang tersebut paling lambat Juni 2010. Maklum, MITI ingin memanfaatkan booming di sektor komoditas. Ini pula yang membuat MITI rela mengganti bisnis inti dari penambangan batu granit menjadi batubara.

Sekedar tambahan informasi, MITI sempat berniat menerbitkan saham baru dengan harapan menggaet dana segar sebesar US$ 50 juta hingga US$ 70 juta. Dana itu diperkirakan cukup untuk membeli tambang batubara dengan kadar kalori sebesar 5.500 hingga 6.000 kilo kalori (kkal) per kilogram.

Untuk memuluskan rencana itu, MITI telah menunjuk NISP Securities sebagai penasihat keuangan. Mereka juga mengaku sudah memiliki calon pembeli siaga apabila pemilik lama tidak membeli saham baru itu. Namun, lagi-lagi Diah belum mau mengungkapkan pembeli siaga itu.

Pada Jumat lalu (13/11), harga saham MITI tak beranjak dari posisi sehari sebelumnya di Rp 54 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News