KONTAN.CO.ID - Paramount dan sejumlah negara bagian yang berupaya menghalangi akuisisi Warner Bros. senilai US$110 miliar mungkin akan mencapai kesepakatan paling cepat akhir pekan ini. Salah satu ketentuan yang sedang dibahas mencakup pengawasan konten independen untuk CNN, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada Reuters pada hari Jumat (18/9). Komitmen mengenai jumlah perilisan film di bioskop juga termasuk dalam ketentuan yang sedang dibahas sebagai bagian dari penyelesaian tersebut, kata sumber-sumber itu.
Baca Juga: Asian Games 2026 Dibuka, Panitia Disorot Terkait Masalah Logistik Saham Paramount naik hampir 7% setelah penutupan pasar. Saham Warner Bros. Discovery naik 8,4% dalam perdagangan setelah jam bursa tutup. Kasus hukum yang diajukan oleh California dan 11 negara bagian lainnya merupakan salah satu hambatan terakhir bagi upaya Paramount untuk menjadi pesaing utama Netflix dan Disney. Kesepakatan minggu ini dapat membantu Paramount menghindari pembayaran biaya jutaan dolar kepada para pemegang saham Warner Bros. Seorang juru bicara Departemen Kehakiman California mengatakan bahwa pembicaraan mengenai potensi penyelesaian bersifat rahasia. "Kami tidak dapat mengonfirmasi atau membantah apakah pembicaraan penyelesaian sedang berlangsung atau mengenai substansi yang diduga dari pembicaraan tersebut," kata juru bicara itu.
Paramount menolak berkomentar.
Baca Juga: Serangan Hiu Tewaskan Perenang, Pantai di Perth Ditutup hingga Minggu CEO Paramount, David Ellison, telah mempertaruhkan masa depan perusahaannya pada langkah yang ia anggap perlu untuk menggabungkan dua studio terbesar Hollywood dan menyatukan berbagai aset TV, di tengah upaya ia dan pihak lain di Hollywood menghadapi penurunan pasar yang telah berlangsung selama beberapa dekade. Penggabungan ini akan menyatukan sejumlah aset media bernilai tinggi, termasuk CNN, HBO, "Harry Potter," "The Daily Show," dan hak siar pertandingan sepak bola NFL. Paramount berkewajiban membayar "biaya tambahan" sebesar US$7 juta per hari kepada pemegang saham Warner Bros. setiap harinya setelah tanggal 30 September hingga kesepakatan tersebut rampung. Ketentuan tambahan yang menguntungkan ini dimaksudkan untuk menunjukkan keyakinan kepada para investor Warner. Regulator di era pemerintahan Trump telah menyetujui kesepakatan tersebut, namun pada bulan Juli, sejumlah negara bagian mengajukan gugatan untuk menghalanginya dengan argumen bahwa perusahaan gabungan itu akan menciptakan raksasa media yang memiliki kekuatan untuk menaikkan harga film dan tayangan televisi. Writers Guild of America (WGA) juga telah mengajukan gugatan untuk menghentikan transaksi tersebut, dengan alasan bahwa hal itu akan menurunkan bayaran dan memperburuk kondisi kerja bagi penulis naskah film dan televisi. Juru bicara WGA tidak segera memberikan tanggapan saat dimintai komentar mengenai apakah serikat pekerja tersebut terlibat dalam pembicaraan dengan Paramount dan negara-negara bagian terkait. Ketentuan penyelesaian potensial lainnya belum dapat diketahui secara pasti saat ini. Jaksa Agung California Rob Bonta menyatakan bahwa langkah perbaikan struktural—termasuk penjualan sebagian unit bisnis—lebih efektif dalam melindungi persaingan usaha dibandingkan sekadar janji perusahaan untuk melakukan tindakan tertentu.
Sebelumnya, Ellison telah berjanji bahwa gabungan studio film tersebut akan merilis 30 film setiap tahunnya. Para anggota parlemen mengkritik Ellison karena dianggap mengatur pemberitaan di CBS News (milik Paramount) agar memihak Presiden Donald Trump. Muncul kekhawatiran di kalangan pengkritik mengenai bagaimana ia akan mengelola CNN milik Warner setelah stasiun berita tersebut beralih ke bawah kepemilikannya.
Baca Juga: Tiongkok Selidiki Meituan dan 3 Platform Travel atas Dugaan Monopoli