Akulaku Finance Bidik Penyaluran Pembiayaan Baru Rp 8,2 Triliun pada 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Akulaku Finance Indonesia atau Akulaku Finance mencatatkan kinerja positif pada tahun 2025. 

Berdasarkan data unaudited perusahaan, sepanjang tahun tersebut Akulaku Finance membukukan pembiayaan baru senilai Rp 7,44 triliun atau naik 23% dari tahun sebelumnya.

Pencapaian tersebut didorong oleh ekspansi produk Buy Now Pay Later (BNPL) yang menjadi kontributor utamanya dengan porsi sekitar 89% dari keseluruhan portofolio.


Selain itu, mereka juga mencatat laba bersih setelah pajak sebesar Rp 108 miliar. Sementara rasio Non-Performing Financing (NPF) terjaga stabil di level 1,1% per akhir tahun.

Baca Juga: Akulaku Finance Sebut Permintaan Pembayaran yang Fleksibel Dorong Pertumbuhan BNPL

Presiden Direktur Akulaku Finance, Perry Barman Slamor, mengatakan capaian tersebut merupakan cerminan penguatan fundamental bisnis sekaligus menjadi dasar strategi untuk pertumbuhan berkelanjutan.

"Kinerja 2025 menunjukkan bahwa kami mampu bertumbuh kuat dengan profitabilitas yang semakin sehat dan kualitas aset yang tetap terjaga," ujarnya pada Kamis (5/3/26).

Untuk tahun 2026, Akulaku Finance menargetkan penyaluran pembiayaan baru senilai Rp 8,2 triliun atau tumbuh 12% secara tahunan.

Di samping itu, mereka juga berkomitmen untuk menjaga rasio NPF net agar terjaga di level maksimal 1,2% sepanjang tahun ini.

Oleh karenanya, perusahaan menerapkan strategi pertumbuhan yang terukur dengan tetap menjaga profitabilitas dan disiplin dalam manajemen risiko.

Adapun Akulaku Finance juga menyiapkan sejumlah strategi pengembangan sebagai penggerak pertumbuhan di tahun 2026.

Baca Juga: Akulaku Finance Nilai Pembiayaan Paylater Masih Berpeluang Tumbuh pada 2026

Salah satunya adalah ekspansi merchant ke berbagai wilayah potensial di luar pulau Jawa, khususnya pada kota-kota tier 2 dan 3 nasional untuk mendongkrak pembiayaan offline.

Mereka juga berencana memperdalam integritas ekosistem digital dengan memperkuat berbagai kemitraan, termasuk dengan perbankan guna menekan biaya dana dan memperkokoh struktur pendanaan.

Di sisi pendanaan, Akulaku Finance membuka peluang diversifikasi sumber dana, termasuk melalui skema pinjaman luar negeri.

Sementara dari sisi teknologi, perusahaan memperkuat pemanfaatan AI dan advanced analytics untuk meningkatkan akurasi credit scoring, memperkuat deteksi fraud, serta meningkatkan pengalaman digital nasabah.

Dengan strategi tersebut, Akulaku Finance optimistis dapat memperkuat posisinya di pasar pembiayaan digital sambil tetap menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, pengelolaan risiko, serta penguatan infrastruktur teknologi dan pendanaan.

Baca Juga: Masuk Jaringan Transmart, Akulaku Perluas Akses Pembiayaan Konsumen

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News