KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perubahan sistem perpajakan di Indonesia lewat penerapan Coretax System mendorong munculnya program baru untuk menyiapkan tenaga kerja yang siap menghadapi era digital. Terbaru, hadir Akuntara (Akuntansi Nusantara Solution), sebuah sistem transaksi digital berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menghubungkan dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja. Program ini digagas oleh pakar perpajakan sekaligus Managing Director Tax Department Allinial Global Indonesia, Donny. Menurutnya, sistem pajak yang semakin otomatis, membuat tenaga kerja harus lebih siap, terutama lulusan SMK, agar tidak tertinggal oleh perkembangan teknologi.
“Teknologi AI dan sistem Coretax bukan untuk ditakuti, tapi untuk dipelajari dan digunakan. Lewat program ini, kami ingin menunjukkan bahwa lulusan SMK dan SMA tidak hanya paham teori, tetapi juga bisa terjun langsung sebagai pelaksana di ekosistem transaksi digital,” ,” ujar Donny dalam keterangannya, Kamis (16/4/2026).
Baca Juga: Vida Perkuat Peran di Coretax, Bidik Kepatuhan Pajak Lewat Tanda Tangan Elektronik Akuntara ditargetkan mulai beroperasi secara resmi pada Juni 2026. Akuntara akan memperkenalkan sistemnya secara simbolis sekaligus menandai mulai beroperasinya Akuntara Ecosystem Center yang berlokasi di GP Plaza Slipi, Jakarta Pusat. Pusat ini akan menjadi pusat kegiatan dan pengembangan ekosistem Akuntara, sekaligus wadah pelatihan bagi lulusan SMK Akuntansi dan SMA jurusan IPS agar siap masuk ke dunia kerja digital. Pada tahap awal, Akuntara akan menjalankan proyek percontohan yang melibatkan 50 talenta vokasi terpilih. Mereka akan membantu mengelola administrasi transaksi dan kepatuhan pajak untuk 250 pelaku UMKM, dengan pendampingan langsung dari konsultan senior. Program ini bertujuan menguji penerapan sistem Akuntara dan CoreTax dalam situasi kerja nyata. Donny menyampaikan, inisiatif ini memiliki dua fokus utama. Pertama, mendorong transformasi talenta vokasi agar memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan industri global, mulai dari administrasi perpajakan hingga manajemen kepabeanan dan devisa. Kedua, meningkatkan efisiensi UMKM melalui sistem pencatatan transaksi yang terintegrasi serta patuh regulasi. Ia menilai, masih terdapat kesenjangan antara kurikulum pendidikan vokasi dan kebutuhan dunia kerja, terutama di tengah percepatan digitalisasi. “Lulusan vokasi kerap belum siap menghadapi sistem kerja berbasis teknologi. Akuntara hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut,” ujarnya. Selain mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (AI), Akuntara juga didukung jaringan global Allinial Global, salah satu asosiasi firma akuntansi dan advisory terbesar di dunia. Dukungan ini diharapkan dapat membawa standar praktik internasional dalam pengelolaan akuntansi dan perpajakan di Indonesia.
Baca Juga: Fasilitas Data Center Tier IV ISC Memenuhi Standar PCI DSS Dalam kesempatan tersebut, CEO & Regional Director Allinial Global Tony Sacre, Regional Director APAC Abby Chee, serta Managing Partner Asia Pacific International Law Office Vanessa Wijaya turut hadir. Kehadiran mereka menjadi penegas komitmen kolaborasi dan ekspansi internasional dalam pengembangan ekosistem ini. Donny menegaskan, keberhasilan implementasi Coretax tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia di level operasional. “Investasi besar pemerintah dalam sistem Coretax harus ditopang tenaga kerja terampil dari level dasar. Lulusan SMK perlu menjadi bagian penting dalam transformasi ini,” katanya. Dengan kombinasi pelatihan, praktik langsung, dan dukungan teknologi, Akuntara diharapkan mampu membangun ekosistem yang tidak hanya meningkatkan kepatuhan pajak UMKM, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi lulusan vokasi di era ekonomi digital. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News