Alamtri Minerals (ADMR) Catat Kenaikan Pendapatan dan Laba pada Semester I-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen batubara metalurgi, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) mencatatkan kinerja keuangan positif hingga akhir semester I-2026.

Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), ADMR membukukan pendapatan usaha sebesar US$ 583,88 juta pada semester I-2026 atau meningkat 31,52% year on year (yoy) dibandingkan pendapatan usaha periode yang sama tahun sebelumnya, yakni US$ 443,94 juta.

Mayoritas pendapatan usaha ADMR pada semester I-2026 berasal dari penjualan hasil tambang ke pihak ketiga senilai US$ 370,27 juta. ADMR juga memperoleh pendapatan dari penjualan hasil tambang ke pihak berelasi senilai US$ 211,54 juta dan jasa lainnya US$ 2,07 juta.


Pada semester I-2026, beban pokok pendapatan ADMR tercatat sebesar US$ 306,04 juta atau naik 16,03% yoy dibandingkan periode sebelumnya, yaitu US$ 263,75 juta. Hasil ini membuat ADMR meraih laba bruto sebesar US$ 277,84 juta pada semester I-2026, bertambah 16,03% yoy dibandingkan realisasi periode sebelumnya, yaitu US$ 180,19 juta.

Baca Juga: IHSG Turun Tipis ke 6.517,2 di Sesi Pertama, Top Losers LQ45: HRTA, MDKA, ICBP

ADMR juga mencetak kenaikan laba usaha sebesar 49,88% yoy menjadi US$ 237,18 juta pada semester I-2026, dari sebelumnya yakni US$ 158,25 juta. Hasil ini didapat di tengah kenaikan beban usaha sebesar 45,36% yoy dari US$ 19,73 juta pada semester I-2025 menjadi US$ 28,68 juta pada semester I-2026.

Hingga akhir semester I-2026, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ADMR tercatat sebesar US$ 174,18 juta. Angka ini tumbuh 23,97% yoy dibandingkan laba bersih perusahaan pada semester I-2025, yaitu US$ 140,50 juta.

ADMR memiliki total aset sebanyak US$ 4,13 miliar pada akhir semester I-2026 atau melonjak 86,88% dibandingkan total aset pada akhir 2025, yakni US$ 2,89 miliar.

Dari total aset yang tercatat pada akhir semester I-2026, ADMR memiliki liabilitas sebanyak US$ 2,34 miliar dan ekuitas sebanyak US$ 1,79 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News