Alasan Kenapa Anda Perlu Berinvestasi di Reksa Dana



Jika menyebut kata investasi, sebagian masyarakat mungkin akan berkata bahwa investasi identik dengan risiko tinggi, rumit, tidak punya waktu memantau, perlu dana besar, takut rugi, dan lainnya. Tapi, keengganan sebagian masyarakat yang belum mau berinvestasi, khususnya pada produk keuangan, karena belum memahami produk investasi yang ada di pasaran dan yang sesuai dengan tujuan investasinya.

Ada satu produk investasi yang cocok untuk masyarakat awam pada umumnya, yaitu Reksa Dana. Akan ada banyak manfaat yang Anda dapatkan jika Anda mulai berinvestasi di reksa dana SAAT INI JUGA.

#1: Minimal Investasi Relatif Kecil


Tahukah Anda, berinvestasi di Reksa dana bisa dimulai dengan Rp100.000,00 saja? Bahkan, ada salah satu produk Reksa dana, dimana Anda dapat mulai berinvestasi hanya dengan Rp10.000,00! Luar biasa murah bukan?

#2: Kemudahan dalam Berinvestasi

Anda dapat membeli Reksa dana dengan mudah melalui Manajer Investasi langsung atau melalui Agen Penjual seperti bank, sekuritas, atau agen penjual lainnya seperti perusahaan Fintech, yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan bahkan, perusahaan Manajer Investasi maupun Agen Penjual telah menggandeng e-commerce atau toko online ternama.

#3: Diatur secara ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan

Sebagai salah satu produk pasar modal, produk ini diatur secara ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Setiap produk Reksa dana yang akan diterbitkan dan dipasarkan kepada Investor, telah terlebih dahulu dilaporkan dan mendapatkan persetujuan dari OJK.

#4: Dikelola oleh Manajer Investasi Profesional

Sesuai undang-undang, Reksa dana dikelola oleh perusahaan Manajer Investasi, yang bertanggung jawab penuh terhadap seluruh kegiatan pengelolaan dan kinerja pertumbuhan Reksa dana. Biarlah Manajer Investasi yang menggantikan tugas Investor dalam mengelola investasi dan sebagai imbalannya, perusahaan Manajer Investasi mendapatkan Imbalan Pengelolaan (Management Fee) yang akan dibebankan pada Reksa dana.

#5: Aman dan Transparan

Aman yang dimaksud adalah aman dari sisi pengelolaan, dimana dana Investor disimpan oleh pihak yang bernama Bank Kustodian, bank umum yang telah mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk bekerja sama dengan Manajer Investasi untuk mengurus administrasi dan menyimpan kekayaan reksa dana. Pada saat Investor menyetorkan sejumlah dana untuk diinvestasikan di reksa dana, dana tersebut tidak disetorkan ke rekening perusahaan Manajer Investasi, tetapi disetorkan ke rekening atas nama Reksa dana yang ada di Bank Kustodian.

Sedangkan aspek transparan, pengelola reksa dana wajib menerbitkan prospektus yang berisi semua informasi tentang reksa dana, menerbitkan laporan bulanan kinerja Reksa dana, mengumumkan harga NAB/unit setiap hari di surat kabar dan mengirimkan laporan bulanan saldo dan ringkasan transaksi reksa dana kepada Investor.

#6: Diversifikasi Aset Investasi

Di Reksa dana Investor tidak memilih individual saham atau obligasi sendiri, namun di dalam Reksa dana berisi kumpulan saham, obligasi dan efek lainnya seperti pasar uang menjadi suatu portofolio. Sehingga dengan membeli Reksa dana, Investor secara tidak langsung telah membeli beberapa efek sekaligu. Konsep inilah yang disebut dengan diversifikasi asset.

#7: Insentif Pajak

Hasil Investasi Reksa dana bukan merupakan obyek pajak. Kenapa? karena Reksa dana juga menjadi subyek pajak yang memiliki kewajiban perpajakan sesuai tarif yang berlaku. Sehingga segala aktivitas pengelolaan portofolio Reksa dana telah dikenakan pajak dan semua itu telah tercermin di dalam harga NAB/unit yang dihitung setiap hari.

#8: Likuiditas

Salah satu kelebihan Reksa dana adalah likuiditasnya yang tinggi. Artinya, Investor setiap saat dapat mencairkan Reksa dana dengan mudah dan cepat. Dana hasil pencairan Reksa dana dapat diperoleh mulai dari T+1 sampai dengan maksimal T+7 sejak tanggal instruksi pencairan Reksa dana dilakukan, tergantung dari jenis Reksa dana yang dimiliki.

#9: Potensi Imbal Hasil yang menarik

Dari seluruh alasan yang telah disebutkan di atas, hal yang paling utama sebenarnya adalah potensi imbal hasil dari Reksa dana yang menarik dalam jangka panjang. Tentunya potensi imbal hasil tersebut berkaitan erat dengan jenis Reksa dana dan jangka waktu Investasi yang dipilih, sehingga dapat menjadi alternatif dalam mempersiapkan masa pensiun, dana pendidikan dan berbagai rencana jangka panjang lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Indah Sulistyorini