MEDAN. Alat pertanian dan perkebunan khususnya egrek dan dodos impor ilegal masih membanjiri pasar Sumatera Utara. Kondisi ini dianggap menghambat langkah pemerintah yang ingin membesarkan pengusaha kecil, produsen alat-alat tani. "Produk asal Malaysia dan China masih tetap banyak masuk ke Sumut. Pasokan barang itu dari Pekanbaru, Riau," ujar Ketua Asosiasi Produsen Peralatan Pertanian dan Perkebunan Sumatera Utara (AP4SU), Sofyan Subang di Medan, Senin (14/3). Berdasarkan informasi, barang itu juga memasuki daerah lain, sehingga hampir 50% dari sekitar 1,6 juta unit per tahun produk egrek dan dodos di dalam negeri merupakan barang ilegal.
Alat pertanian ilegal di Sumatera kian membludak
MEDAN. Alat pertanian dan perkebunan khususnya egrek dan dodos impor ilegal masih membanjiri pasar Sumatera Utara. Kondisi ini dianggap menghambat langkah pemerintah yang ingin membesarkan pengusaha kecil, produsen alat-alat tani. "Produk asal Malaysia dan China masih tetap banyak masuk ke Sumut. Pasokan barang itu dari Pekanbaru, Riau," ujar Ketua Asosiasi Produsen Peralatan Pertanian dan Perkebunan Sumatera Utara (AP4SU), Sofyan Subang di Medan, Senin (14/3). Berdasarkan informasi, barang itu juga memasuki daerah lain, sehingga hampir 50% dari sekitar 1,6 juta unit per tahun produk egrek dan dodos di dalam negeri merupakan barang ilegal.